Pernyataan terakhir yang dilontarkan Rafael Benitez adalah salah satu bukti betapa keberadaan Grant di Chelsea tak banyak dianggap. Punya cita-cita membuat The Blues bermain lebih atraktif, sejauh ini penilaian yang datang pada Frank Lampard cs adalah tiadanya perubahan dibanding saat masih dibesut Mourinho .
Padahal selama hampir delapan bulan menjadi bos di Stamford Bridge, Grant terhitung sukses menukangi Chelsea. Dalam kurun tersebut "Si Biru" cuma menelan lima kekalahan di semua ajang yang mereka ikuti. Itu jelas bukan prestasi sembarangan mengingat dia sebelumnya justru dianggap bakal menjerumuskan Chelsea.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selama tiga tahun menukangi Chelsea, Mourinho selalu gagal membawa anak didiknya ke final Liga Champions. Raihan terbaik mereka hanya dua kali semifinal karena dikalahkan Liverpool dan sekali tumbang di babak 16 besar usai di depak Barcelona.
Peluang menjadi juara memang masih sangat berat karena lagi-lagi Liverpool berdiri di menghadang. Tapi kalau mampu mematahkan "kutukan" semifinal dan menghapus trauma atas The Kop, Grant tak hanya akan tercatat sebagai orang pertama yang mengantar Chelsea ke final Liga Champions. Dia akan diingat sebagai orang pelatih yang mampu mendapat apa yang tak didapat Mourinho (di Chelsea).
Peluang melaju ke Luzhniki Stadium, tempat digelarnya laga final, jelas masih terbuka. Kans ke arah tersebut justru terbilang lebih besar karena dibanding dua musim lalu saat mereka harus menjalani leg pertama di Stamford Bridge, tahun ini Chelsea akan memainkan laga tandang terlebih dahulu.
Kemenangan atas Liverpool mungkin belum akan mengurangi kritikan dan kemungkinan didepak Roman Abramovich. Tapi secara buat pelatih Israel itu, melaju ke final adalah soal harga diri, soal pembuktian kalau dirinya tak kalah dari seseorang yang mengklaim dirinya sebagai The Special One. (din/arp)











































