Sembilan tahun lalu, MU memenangi lambang supremasi antar-klub benua Eropa itu setelah dengan dramatis mengalahkan Bayern Munich 2-1. Partai itu oleh sebagian orang kemudian dianggap sebagai salah satu final terbaik.
Salah satu pemain yang terlibat dalam partai final di Camp Nou nyaris satu dekade silam tersebut adalah Ryan Giggs. Menjelang partai pertama semifinal Liga Champions melawan Barcelona, Kamis (24/4/2008) dinihari WIB, apakah memori Camp Nou mempengaruhi dirinya?
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tapi saat Anda memiliki pengalaman bagus di sebuah stadion, Anda ingin menghidupkannya dan semoga kami bisa melakukannya (lagi) di Barcelona," tegas pemain yang kini menyandang ban kapten MU itu bagai sedang memotivasi rekan-rekannya.
Saat menuju tangga juara tahun 1999 tersebut, MU bertemu Barca di babak penyisihan grup. Hasilnya, dua kali bertemu, dua kali pula pertarungan dua klub raksasa itu berakhir seri.
"Basis permainan kami (MU & Barcelona) adalah bermain sepakbola di lapangan dengan pemain-pemain hebat, permainan menyerang, mencetak gol. Kedua tim mencoba melakukannya," kata Giggs.
Dengan pemaparan Giggs tersebut, maka sangat wajar bila partai Barca vs MU nanti diprediksi akan berlangsung seru dan menarik.
"Saya pikir hal tersebut ditunjukkan oleh kedua klub saat kami terakhir bertemu. Di Old Trafford, skornya 3-3. Di Camp Nou, juga 3-3. Itu adalah cara kedua tim bermain dan saya yakin kali ini akan sama: sepakbola menyerang dan banyak gol," janji Giggs.
(arp/din)











































