Didier Drogba bukan tanpa dasar mengeluarkan keyakinan seperti itu meski posisi Chelsea kurang diunggulkan di semifinal Liga Champions menghadapi Liverpool. Salah satu alasannya adalah soal penentuan tuan rumah untuk leg pertama.
Banyak yang meyakini kebagian jatah menjadi tuan rumah di leg kedua akan lebih menguntungkan, dan itu juga yang sepertinya dirasakan Drogba dan skuad Chelsea. Setelah dua kegagalan terdahulu selalu diawali dengan pertandingan di Stamford Bridge, musim ini leg pertama akan dihelat di Anfield.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tahun 2005, Chelsea tumbang 0-1 di Anfield melalui gol kontroversial Luis Garcia setelah pada leg pertama cuma bisa bermain tanpa gol. Dua tahun berselang John Terry cs mampu memetik kemenangan 1-0 di Stamford Briddge, namun kemudian kalah melalui adu penalti di leg kedua setelah The Reds mampu memetik kemenangan juga dengan 1-0.
"Saya pikir akan punya pengaruh besar jika laga penentuan digelar di Stamford Bridge, dua kekalahan kami sebelumnya tidak terjadi di sana," lanjut striker yang musim ini baru mencetak empat gol di Liga Champions itu.
Satu hal lain yang disebut Drogba harus sangat diwaspadai rekan-rekannya adalah para pemain pengganti "Si Merah". Dua gol ke gawang Arsenal di menit-menit akhir pertandingan babak perempatfinal membuktikan hal tersebut.
"Rafa pintar memilih tim yang segar untuk bermain di Liga Champions karena mereka memiliki skuad yang besar. Lihat saja saat mereka hampir disingkirkan Arsenal dengan skor 2-2 di perempatfinal. Tapi kami dudah membayangkan mengangkat tropi (Liga Champions) selama beberapa musim, sekarang kami yakin kami bisa membuatnya menjadi nyata," pungkas Drogba.
Apapun hasilnya, laga antara Chelsea dan Liverpool ini dipastikan berlangsung sengit. Dari tujuh pertemuan kedua tim di Liga Champions, cuma tiga gol yang tercipta di waktu normal, itupun dengan satu gol yang dianggap tak sah. (din/arp)











































