Dengan materi pemain dan sejarah Eropa yang tak bisa dibilang buruk, jelas sebuah kesalahan besar mengesampingkan atau sekedar memandang sebelah mata pada Barcelona. Tapi faktanya Carles Puyol cs sudah kehilangan apa yang sempat mengantar mereka menjadi kampiun Eropa dua musim lalu.
Klub Catalan kini tak lagi seatraktif dua atau tiga musim lalu, serangan yang mereka bangun mudah dibaca untuk kemudian diantisipasi. Sementara di ruang ganti muncul kabar tak sedap soal tindak-tanduk para pemainnya yang sedikit-banyak berpengaruh pada seluruh tim.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Makin menyulitkan perjuangan skuad besutan Frank Rijkaard adalah absennya Carles Puyol karena akumulasi kartu. Saat Ronaldinho tak lagi bisa diandalkan, Thierry Henry justru terancam gagal merumput.
Kondisi ini jelas akan sangat menyulitkan Barca saat menjamu MU di leg pertama semifinal Liga Champios, Kamis (24/4/2008) lusa. Apalagi kondisi The Red Devils kini kini tengah bagus-bagusnya.
Terakhir mereka memang ditahan Blackburn Rovers, namun itu tidak mengindikasikan kalau Setan Merah tengah memburuk. Dimotori Cristiano Ronaldo, MU masih jadi kandidat paling kuat menjadi kampiun musim ini.
Menjalani laga tandang juga bukan masalah buat MU karena sepanjang musim ini mereka belum pernah kalah saat menjadi tamu, dari lima laga tiga di antaranya berakhir dengan kemenangan sementara dua lainnya berakhir imbang. Sementara di kompetisi lokal mereka tingal butuh tiga poin lagi untuk bisa memastikan tropi juara ke-17-nya.
Meski tengah dalam tren menurun, tapi Barca punya catatan sejarah bagus yang mungkin bisa dijadikan modal menghadapi amukan 'Setan Merah'. Hingga kini Barca sudah menjalani delapan semifinal dan 50%-nya diselesaikan dengan meraih tiket ke final, sementara MU justru baru dua kali melangkah ke final padahal sudah sembilan kali masuk babak empat besar (!).
Musim ini Barca juga selalu meraih kemenangan jika bermain di kandangnya sendiri dengan agregat 10-1. Sementara rekor kandang atas tim Inggris juga cukup impresif dengan 13 kemenangan, delapan imbang dan hanya dua kali kalah dari 23 pertemuan.
Sebaliknya dari 16 lawatan ke Spanyol, MU cuma bisa menang satu kali. Sedangkan enam laga lain berakhir imbang serta sembilan kali pulang membawa kekalahan.
"Buat saya itu akan menjadi motivasi besar jika mereka ditempatkan sebagai favorit, itu membuat saya lebih punya keinginan untuk mengalahkan mereka," ungkap Samuel Eto'o seperti diberitakan Yahoosport. (din/arp)











































