Memang sulit melupakan sosok Mourinho yang tingkah polahnya sedemikian atraktif, plus mampu membawa Chelsea meraih banyak kesuksesan. Sudah tergusur dari Stamford Bridge pun namanya masih acap disebut-sebut fans "Si Biru".
Hal ini jelas jadi beban buat Grant yang menggantikan posisinya. Dibanding-bandingkan, diremehkan dan setumpuk keraguan pun jadi makanan sehari-hari manajer asal Israel tersebut, meski prestasinya juga tak buruk-buruk amat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Peluang lain untuk unjuk gigi dan membuktikan diri kini hadir di depan Grant pada ajang Liga Champions. Hasil 1-1 ketika dijamu "Si Merah" di Anfield membuat Chelsea sedikit di atas angin berkat gol tandang. Hal itu bisa jadi krusial, mengingat pertandingan kedua tim di Liga Champions dalam tiga musim ke belakang selalu berjalan sengit dan minim gol.
Pada semifinal musim 2004/05, hanya hadir satu gol, yang mana diciptakan oleh Liverpool dalam returning leg. Dua musim setelahnya, juga di babak empat besar, kedua tim sama-sama menorehkan kemenangan 1-0 di kandang sendiri dan Liverpool baru maju ke partai puncak usai menang adu penalti.
Pun demikian pada musim 2005/06 saat kedua tim berhadapan di fase grup. Laga tetap ketat dan skor 0-0 selalu hadir dalam dua pertemuan mereka.
Pertarungan kedua tim di Premiership musim ini pun setali tiga uang. Di Anfield pada 19 Agustus 2007, hasil 1-1 tersaji --sama seperti hasil di Liga Champions, Rabu (23/4/2008) dinihari WIB. Di kandang Chelsea pada tanggal 10 Februari 2008, kedua tim malah berbagi skor "kacamata". Sebagai catatan, kalau skenario ini terulang di Liga Champions, maka tim Avram Grant dipastikan ke final.
Jika itu terwujud, artinya akan sangat besar buat Grant. Jika bisa membawa klub London itu ke partai puncak dengan mengandaskan Liverpool, maka Grant dalam satu aspek akan melampaui Mourinho, yang sudah dua kali gagal membawa Chelsea ke final, di mana kedua-duanya dikandaskan Steven Gerrard cs.
Bahkan, jika bisa membawa Chelsea menempati tahta juara pentas prestisius klub se-Eropa tersebut, nama Grant akan terpatri jadi manajer pertama yang bisa mempersembahkan gelar itu buat "The Blues". Sebelumnya klub tersebut hanya mampu juara Piala Winners (1971 & 1998) serta Piala Super Eropa (1998).
Namun demikian, jangan dulu bicara juara karena semifinal leg kedua sudah menanti, Kamis (1/5/2008) dinihari WIB. Modal ke final --yang diperoleh dari gol tandang atas Liverpool-- sudah ada, tinggal bagaimana bagaimana mempertahankannya.
Kalau berhasil lolos ke final sekaligus juara, Grant pun niscaya bakal menggeser sosok Mourinho di Stamford Bridge.
Bisa, Grant?
(krs/key)











































