Jika memburu hasil, apapun memang dihalalkan. Mulai dari aksi diving, menahan bola berlama-lama, ekstra bertahan, mencurangi lawan atau menyerang frontal dengan berharap sedikit keberuntungan.
Khusus untuk MU saat berlaga di kandang Barcelona (24/4/2008) dinihari tadi, gaya yang dipakai menjadi negative football. Entah karena Los Azrulganas yang benar-benar tampil menekan dan tidak membuat tim tamu memiliki kesempatan menyerang, atau memang strategi itu yang disiapkan Alex Ferguson, yang pasti penampilan MU cukup membosankan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan komposisi Rooney-Carlos Tevez di lini depan, plus Cristiano Ronaldo sebagai penyerang lubang dan Paul Scholes sebagai penyeimbang sekaligus pengatur serangan, MU sebenarnya menganut paham menyerang.
Bandingkan skuad MU saat melawan Blackburn Rovers di akhir pekan, atau Arsenal dan Liverpool di ajang Premiership, semuanya nyaris sama. Namun dalam laga di Nou Camp, strategi itu mentah karena permainan kolektif Barca.
"Pertandingan yang alot. Barcelona tampil bagus, dengan banyak mempertahankan bola. Tapi kami juga bertahan dengan baik," ungkap Cristiano Ronaldo seakan membenarkan strategi timnya dinihari tadi kepada Sky.
Imbasnya, pertandingan berjalan membosankan. Dari catatan statistik pun Barca begitu dominan. Aroma negative football pun sangat terasa di laga ini dengan MU yang menjadi sorotan.
Namun MU sukses dengan strategi 'dadakan' mereka. Tak ada satu bola pun yang lepas dari kawalan Edwin van der Sar hingga usai pertandingan yang membuat MU mengantongi keuntungan untuk leg kedua midweek depan.
Yang jadi pertanyaan, apakah strategi itu bakal dipakai lagi minggu depan? Oleh kedua tim, sepertinya tidak. Soalnya kemenangan menjadi hal yang wajib diraih jika ingin melenggang ke babak final.
(ian/key)











































