Dalam pertandingan di Old Trafford, Rabu (30/4/2008) dinihari WIB, Paul Scholes sukses menggetarkan gawang Barca di menit 14. Gol tersebut membuat MU unggul agregat 1-0 setelah kedua tim berbagi hasil imbang 0-0 pada pertemuan pertama.
Meski MU sudah unggul, ketika itu masih ada sisa waktu sekitar 76 menit sampai pertandingan tuntas. Jika Barca bisa mencetak gol balasan, tiket semifinal pun dipastikan melayang dari tangan "Setan Merah". Cristiano Ronaldo cs tak pelak harus berupaya memastikan langkah dengan menambah satu gol lagi sekaligus mempertahankan keunggulan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya hanya berharap pacemaker (alat pacu jantung) saya bekerja! Kalau tidak, saya dalam bahaya," seloroh Fergie kepada MUTV.
"Itu sangat menyiksa. Rasa sakit dan deritanya --saya selalu merasa untuk bisa mencapai kesuksesan, para pemain harus bisa menanggungnya. Semua kerja keras, semua rasa sakit dan derita yang Anda lalui dalam sepakbola diganjar dengan hasil seperti malam ini," lanjut dia.
Kesuksesan tersebut tentu kian terasa maknanya karena yang ditundukkan adalah lawan sekaliber Barca, yang disebut Fergie sebagai klub dengan filosofi luar biasa.
"Sportifitas mereka di akhir pertandingan menunjukkan betapa mereka adalah klub yang hebat. Saya merasa malam ini kami sudah mengalahkan sebuah klub sepakbola fantastik dan tim hebat, dan itu menonjolkan performa kami. Saya pikir itu luar biasa," lugas manajer asal Skotlandia tersebut.
Kemenangan tersebut sekaligus membuat MU menggenapkan kemenangan kandang ke-12 dalam Liga Champions. Untuk raihan ini, Fergie merasa perlu memberikan kredit khusus kepada pemain ke-12-nya: fans di Theatre of Dreams.
"Fans sangat brilian. Ketika pendukung kami seperti itu, kami tak pernah mengecewakan mereka. Mereka membuat dampak semacam itu, mereka memaksa kami bermain," tandas dia.
(krs/roz)











































