Tanda-tanda Chelsea akan menjalani final Liga Champions pertamanya sudah terlihat sejak pekan lalu usai menahan Liverpool dengan 1-1 di Anfield. Sukses yang mereka lanjutkan dengan kemenangan 3-2 dalam pertandingan leg kedua beberapa jam lalu.
Tak seperti Mourinho yang sudah memberi enam gelar, hingga kini belum ada tropi yang diberikan Grant pada The Blues. Tapi mencapai prestasi yang sebelumnya justru tak bisa didapat Mourinho dengan meloloskab Chelsea ke final jelas sebuah torehan yang tak bisa dipandang sebelah mata. Grant kah Special One yang baru?
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Melangkah ke final jelas disambut dengan suka cita oleh Grant. Yang juga membuatnya makin sumringah adalah keberhasilan menyingkirkan Liverpool, tim yang sebelumnya justru jadi mimpi buruk "Si Biru" di era Mourinho.
"Saya memimpin tim yang fantastis. Rafa bermain taktis, Anda harus cukup cerdas menghadapinya karena mereka tahu harus berbuat apa. Tapi kami berhasil, saya sangat bahagia. Kami memulai babak kedua dengan kurang baik, tapi kami berhasil memperbaikinya dan keluar sebagai pemenang," lanjut Grant.
Pelatih asal Israel itu terlihat sangat emosional saat wasit meniup peluit panjang tanda pertandingan berakhir dengan bersimpuh di atas dua lututnya di pinggir lapangan.
"Saya melihatnya di televisi, itu sedikit memalukan. Tapi ini adalah hari Holocaust, saya tak tahu apakah Anda mengetahuinya. Saya menghormati ayah saya juga kakek yang tewas dalam Holocaust... jadi itu sangat emosional," pungkas Grant. (din/arp)











































