Hasil kacamata yang dipetik di Stadion Artemio Franchi, Jumat (2/5/2008) dinihari WIB ini membuat agregat dari dua pertandingan semifinal tetap 0-0. Adu penalti pun harus dilakukan untuk mencari pemenang.
Jalannya Pertandingan
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak ada satu pun peluang berbahaya yang dapat dipetik oleh kedua tim yang bertanding tersebut di 45 menit pertama. Turun minum pun dilakukan dalam skor 0-0.
Baru di babak kedua, permainan sedikit lebih baik. Menit 52, Fiorentina gagal mencetak gol setelah tembakan Giampaolo Pazzini yang menerima umpan silang Adrian Mutu melebar dari gawang Rangers.
Lima menit sesudahnya, kembali Fiorentina mengancam. Sebuah tendangan bebas sedikit di luar kotak penalti Rangers gagal menjadi gol karena eksekusi dari Mutu masih menyamping.
Menit ke-62, sepak pojok yang diperoleh Fiorentina diteruskan oleh Zdravko Kuzmanovic dengan tendangan lemah. Bola lantas disambut dengan tendangan voli oleh Thomas Ujfalusi, namun sepakannya masih melambung.
Bermain di kandang sendiri memang dimanfaatkan oleh Fiorentina untuk tampil menyerang. Namun efektivitas dan efisiensi serangan La Viola malam ini sangat buruk sehingga peluang-peluang terbuang percuma.
Sebuah tendangan bebas Mutu di menit 70 gagal menjadi gol. Sepakan penyerang Rumania itu memang mengarah ke gawang, namun kiper Rangers Neil Alexander dengan sigap menjatuhkan diri untuk menyelamatkan gawangnya.
Kiper Fiorentina Sebastien Frey, yang lebih banyak menganggur, akhirnya mendapat pekerjaan di menit 76. Umpan dari Daniel Cousin dimanfaatkan oleh Steven Davis untuk melakukan tembakan. Bola yang meluncur lemah tanpa kesulitan diamankan Frey.
Lima menit menjelang bubaran, Rangers kembali mengancam. Menguasai bola di luar kotak penalti, Steven Whittaker menggenjot bola ke gawang Frey. Dengan sedikit 'terbang', Frey menepis bola keluar lapangan.
Hasil 0-0 akhirnya bertahan hingga marka 90 menit terlewati. Pertandingan pun harus dilanjutkan dengan perpanjangan waktu.
Di menit keempat babak kedua extra time, Rangers kehilangan satu pemainnya, Cousin. Penyerang Prancis itu diusir wasit karena menerima dua kartu kuning setelah sebelumnya menanduk Fabio Liverani.
Menit ke-118, Rangers nyaris mencetak gol kemenangan melalui Nacho Novo. Memanfaatkan sebuah sepak pojok, tendangan Novo masih bisa diusir keluar lapangan oleh Frey yang tampil dengan refleks bagus.
Adu penalti menjadi alat penentu siapa yang berhak maju ke final setelah kedua tim gagal mencetak gol di 30 menit perpanjangan waktu.
Rangers akhirnya melaju ke final setelah empat dari lima penendang penaltinya sukses melesakkan bola. Sementara di pihak Fiorentina, hanya dua eksekutor sukses melaksanakan tugasnya.
Adu penalti:
Barry Ferguson (X) 0-0; Zvdravko Kuzmanovic (V) 1-0; Steven Whittaker (V) 1-1; Ricardo Montolivo (V) 2-1; Sasa Papac (V) 2-2; Fabio Liverani (X) 2-2; Brahim Hemdani (V) 2-3; Christian Vieri (X) 2-3; Nacho Novo (V) 2-4
Susunan pemain:
Fiorentina: Frey; Jorgensen, Gamberini, Ujfalusi, Gobbi; Donadel (Kuzmanovic 42), Liverani, Montolivo; Santana (Semioli 95), Mutu, Pazzini (Vieri 78)
Rangers: Alexander; Broadfoot, Cuellar, Weir, Papac; Whittaker, Hemdani, Davis (Novo 81), Thomson; Ferguson; Darcheville (Cousin 65)
Foto: Bek Rangers Carlos Cuellar (putih) bertarung dengan Giampaolo Pazzini (AFP/Vincenzo Pinto)
(arp/ian)











































