Pogrebnyak Lebih Hebat dari Toni

Pogrebnyak Lebih Hebat dari Toni

- Sepakbola
Jumat, 02 Mei 2008 05:48 WIB
Pogrebnyak Lebih Hebat dari Toni
St Petersburg - Seorang Luca Toni tak cukup untuk mengantar Bayern Munich melangkah ke final Piala UEFA. Sinar Toni masih kalah oleh kegemilangan Pavel Pogrebnyak, pahlawan Zenit St Petersburg.

Zenit menghancurkan Munich 4-0 dalam laga leg kedua semifinal Piala UEFA di Petrovsky Stadium, Jumat (2/5/2008) dinihari WIB. Dua gol tim asal Rusia itu didonasikan oleh Pogrebnyak.

Nama Pogrebnyak memang tak banyak dikenal orang sebelumnya. Popularitas dan reputasinya kalah jauh dari Toni, andalan Munich. Tapi soal jumlah gol, Pogrebnyak justru lebih baik dari Toni.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berkat dua gol yang ia sarangkan ke jala Oliver Kahn tersebut, Pogrebnyak kini telah menorehkan 11 gol selama kiprahnya di Piala UEFA. Penyerang berusia 24 tahun itu pun memuncaki daftar pencetak gol terbanyak, unggul sebiji gol dari Toni.

Pogrebnyak tentu sangat bahagia dengan dua gol yang mengantar Zenit ke final itu. "Ini adalah pertandingan terbaik saya sepanjang musim, mungkin juga satu yang terbaik dalam seluruh karir saya," ucapnya senang seperti dikutip Reuters.

Berbeda dengan Munich yang langsung masuk ke babak pertama, Zenit memulai perjalanannya di kompetisi kelas dua Eropa ini dari kualifikasi babak kedua dengan menghadapi Zlate Moravce (Slovakia).

Catatan gol Pogrebnyak dimulai dari leg II partai kontra Zlate. Satu gol dicatatnya saat Zenit menang 3-0. Tambahan gol kemudian berturut-turut dicetaknya saat menghadapi Standard Liege (1 gol), Larissa (1), Nurnberg (1), Villarreal (2), Marseille (2), Leverkusen (1) dan terakhir dua gol menghadapi Munich.

Namun catatan gol Pogrebnyak ini dipastikan akan terhenti sampai di sini. Akibat menerima satu kartu kuning, Pogrebnyak akan absen saat Zenit bermain di final menghadapi Glasgow Rangers di Manchester, 14 Mei mendatang.

Mungkin Pogrebnyak sedikit merasa sedih karena tak bisa bermain lagi, justru di partai puncak. Namun pemegang tujuh caps timnas Rusia itu sepertinya takkan tergeser dari peringkat teratas top skorer.

Di bawah Pogrebnyak, ada Toni yang sudah mencetak 10 gol, Stefan Kiessling (7), Adrian Mutu, Henrik Larsson dan Razak Omotoyossi (masing-masing 6 gol). Kesemuanya sudah tidak mungkin mengejar karena klub mereka sudah tersingkir.

Catatan Pogrebnyak hanya bisa dikejar oleh pemain Rangers. Namun tak ada satu pun pemain Rangers yang berhasil mencetak lebih dari satu gol dalam perjalanannya menuju final. Dengan demikian, butuh 11 gol dari salah satu pemain Rangers di final nanti untuk bisa melewati torehan Pogrebnyak. Suatu hal yang sangat mustahil dilakukan.

(arp/din)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads