Berlusconi: Inggris Diktator Eropa

Berlusconi: Inggris Diktator Eropa

- Sepakbola
Sabtu, 03 Mei 2008 01:48 WIB
Berlusconi: Inggris Diktator Eropa
Milan - Dua musim terakhir Inggris meloloskan tiga klub hingga semifinal Liga Champions. Sepertihalnya seorang diktator yang berkuasa atas negara, demikianlah dominasi Premiership di Benua Biru.

Tahun lalu Manchester United, Chelsea dan Liverpool lolos ke semifinal Liga Champions meski akhirnya gagal mengeroyok AC Milan yang kemudian tampil sebagai juara. Tahun ini dominasi mereka makin menjadi-jadi setelah tiga klub tersebut kembali lolos ke babak empat besar dan bahkan memastikan all english final antara MU kontra Chelsea.

Keunggulan finansial disebut-sebut menjadi pondasi dominasi tersebut. Selain berani membeli pemain dengan nilai transfer tinggi, klub-klub Premier League juga bersedia memberi gaji mingguan dengan jumlah jauh lebih tinggi di atas liga-liga papan atas Eropa lainnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Perdapat tersebut diamini Presiden AC Milan, Silvio Berlusconi. Dengan keunggulan finansial seperti sekarang, dominasi Liga Inggris di kompetisi Eropa malah diyakininya akan bertahan lama.

"Inggris mendominasi Eropa karena mereka memiliki stadion yang bisa mendatangkan banyak pemasukan, begitu juga dengan ekonomi yang berjalan baik. Itulah yang membuat saya yakin kalau (dominasi) mereka akan bertahan lama," ungkap Berlusconi di Goal.

Soal keberhasilan Rossoneri tampil sebagai juara musim lalu di tengah dominasi klub Inggris, mantan perdana menteri Italia itu malah mengaku klubnya cuma mendapat keajaiban

"Buat kami apa yang terjadi musim lalu adalah keajaiban mampu memberontak terhadap diktator Inggris, mengingat di semifinal kami satu-satunya klub yang bukan berasal dari Inggris," pungkas pria yang juga pengusaha media di Italia itu. (din/din)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads