Rabu (21/5/2008) di Moskow, The Blues akan melakoni final Liga Champions mereka yang pertama. Lawan yang akan dihadapi adalah juara dua kali turnamen tersebut sekaligus rival dari negeri sendiri, Manchester United.
Setelah kalah bersaing dengan The Red Devils di Liga Inggris, laga di Stadion Luzhniki bak menjadi ajang pembalasan dendam bagi John Terry cs. Namun, bukan hal itu yang disorot Grant dari anak-anak asuhnya jelang final, melainkan keseluruhan penampilan mereka di musim ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, tak satu pun dari kegagalan tersebut yang membuat Chelsea lantas patah arang. Menurut Grant, kepala mereka tetap tegak dan siap untuk menghadapi lawan mana pun.
"Ketika beberapa kali gagal musim ini, maka di situlah karakter asli tim kami terlihat. Ketika seseorang meraih kemenangan maka semuanya akan terlihat seperti raja, semuanya seperti seorang jenius. Tetapi, ketika semua orang kalah maka di sanalah akan terlihat bagaimana seseorang akan bersikap," ujarnya seperti dilansir Sportinglife.
"Kami pernah kalah melawan Barnsley di Piala FA dan Tottenham Hotspur di Piala Carling. Hal itu sangat mengecewakan. Tetapi, reaksi kami menunjukkan kekuatan sesungguhnya dari tim ini. Kami harus menghormati para pemain musim ini. Sikap mereka sangat fantastis, begitu juga sepakbola mereka," tukasnya. (roz/din)











































