Asa Asia di Pundak Park

Jelang Final Liga Champions

Asa Asia di Pundak Park

- Sepakbola
Selasa, 20 Mei 2008 09:51 WIB
Asa Asia di Pundak Park
Jakarta - Bukan karena punya basis fans besar di Asia kalau Manchester United kemudian mendapat dukungan dari benua terpadat ini. Tapi keberadaan Park Ji Sung yang membuat Setan Merah lebih dijagokan.

Sir Alex Ferguson belum memastikan siapa yang akan diturnkan di final Liga Champions menghadapi Chelsea, Kamis (22/5/2008) dinihari WIB. Namun dengan penampilan yang sangat meyakinkan di babak semifinal dan dalam beberapa pekan terakhir di Liga Inggris, Park Ji Sung sangat mungkin diturunkan di Luzhniki Stadium.

Jika itu terjadi maka gelandang Korea Selatan berusia 27 tahun itu akan menjadi orang Asia pertama yang tampil di Liga Champions. Sebuah sejarah besar yang membuat warga Korea Selatan makin antusias menyambut laga Manchester United vs Chelsea.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Olimpiade Beijing adalah event olahraga terbesar tapi untuk fans sepakbola di Korea Selatan, Park dan Liga Champions adalah event terbesar di 2008," ungkap Baik Jung-hyun, produser olahraga di stasiun televisi KBS seperti diberitakan CanadianPress.

Meski sudah bergabung dengan "Setan Merah" sejak 2005 lalu, deman Park kini kembali mewabah. Portal terbesar di Korea, Cyworld, menyebut kalau dari top 30 artikel paling dibaca, 27 di antaranya terkait dengan kisah pemain yang memulai karirnya di Kyoto Purple Sanga itu.

"Untuk sepakbola Asia, ini adalah soal kebanggaan besar saat pemain Asia tampil di final Liga Champions yang prestisius... Akan sangat hebat jika dia bermain di Moscow dan mencetak gol. Park Ji-sung bukan hanya kebanggan Korea, dia kebanggaan Asia," ungkap Presiden AFC Mohamed Bin Hammam.

Dukungan pada Park, dan MU, juga datang dari Kim Dong-jin. Pekan lalu bek yang juga berasal dari Korea itu memenangi Piala UEFA bersama Zenit St Petersburg.

"Akan sangat hebat jika Manchester United memenangi Liga Champions dan kami bertemu di Piala Super Eropa," ungkap bek kiri 26 tahun itu.

Jadi, mampukah Park mewujudkan asa publik Asia yang mendukungnya? (din/ian)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads