MU memastikan gelar juara Premiership dengan menundukkan Wigan pada 11 Mei lalu. Tepat 25 tahun sebelumnya, Sir Alex Ferguson juga menjuarai tropi pertamanya di Eropa ketika membawa Aberdeen juara Piala Winners, dengan menundukkan Real Madrid.
Lebih mencengangkan lagi, cuaca dalam dua pertandingan yang berselang seperempat abad tersebut sama-sama berjalan di tengah guyuran hujan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tahun ini, 40 tahun setelah kesuksesan pertama MU tersebut, Cristiano Ronaldo cs mampu menembus partai puncak. Mereka pun membidik piala ketiga, di tahun yang bertepatan pada jatuhnya peringatan setengah abad tragedi udara Munich, di mana Busby sebagai manajer adalah salah satu yang selamat dari kecelakaan.
Beberan fakta-fakta tersebut bisa jadi hanya sekadar kebetulan. Tapi bukan tak mungkin juga takdir sudah menentukan kalau MU sudah digariskan bakal berjaya.
"Takdir pasti punya peranan. Itu adalah sesuatu yang aneh untuk didiskusikan, karena Anda takkan berpikir itu logis. Tapi terlalu banyak kebetulan. Di hari Minggu ketika kami memenangi liga, itu tepat 25 tahun setelah Abderdeen memenangi Piala Winners Eropa," tutur Ferguson seperti dilansir The Sun, Rabu (21/5/2008).
"Itu hari yang bagus buat saya dan saya merasa cukup percaya diri karenanya. Dan yang anehnya lagi, saat itu hujan turun sama seperti dulu. Pikirkan itu," lontar manajer asal Skotlandia itu.
Pertandingan Chelsea kontra MU di Stadion Luzhniki sendiri juga akan disaksikan langsung oleh lima orang yang selamat dari tragedi Munich, yakni Harry Gregg, Kenny Morgans, Bill Foulkes, Albert Scanlon dan Sir Bobby Charlton. Ini jelas jadi tambahan semangat buat timnya Fergie.
"Kami bangga mewakili sejarah dalam klub ini dan kami takkan mengecewakan mereka. Saya lebih memilih ada di klub yang punya sejarah hebat," tukas dia.
(krs/key)











































