Unggul lebih dulu melalui tandukan Cristiano Ronaldo, MU kemudian dipaksa menyudahi laga melalui adu penalti setelah Chelsea menyamakan kedudukan melalui Frank Lampard, yang membuat laga bertahan dalam kedudukan 1-1 setelah 120 menit waktu berjalan.
Status kampiun Eropa akhirnya didapat The Red Devils setelah mereka memenangi adu penalti. Kegagalan Cristiano Ronaldo menunaikan tugasnya terbayar aksi gemilang Edwin van der Sar yang menghalau sepakan Nicolas Anelka setelah sebelumnya eksekusi John Terry melenceng dari sasaran.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tahun 1968 saat pertama lolos ke final Liga Champions, MU baru dinyatakan sebagai pemenang di babak perpanjangan waktu. Menghadapi SL Benfica di Wembley Stadium, Boobby Charlton dkk bermain imbang 1-1 di waktu normal 2 x 45 menit.
Namun hanya dalam tempo 10 menit masa perpanjangan waktu MU mampu melesakkan tiga gol tambahan yang membuat mereka unggul 4-1. Tiga gol MU datang dari George Best, Brian Kidd dan Charlton.
Skenario nyaris serupa terjadi di Cam Nou, tempat digelarnya final Liga Champions tahun 1999. Tak ada perpanjangan waktu apa lagi adu penalti, tapi MU justru menjalani salah satu pertandingan paling dramatis saat menundukkan Bayern Munich.
Saat itu MU sudah harus tertinggal dari Munich di menit enam melalui Mario Bazler. Namun perjuangan pantang menyerah akhirnya membuahkan hasil spektakuler karena mereka kemudian memetik kemenangan 2-1 melalui gol Teddy Sheringham dan Ole Gunnar Solksjaer di detik-detik akhir pertandingan, keduanya juga masuk sebagai pemain pengganti.
Apapaun jalannya dan bagaiamana skenarionya, yang jelas seluruh perjuangan berat yang harus dilalui MU itu berbuah manis karena mereka selalu keluar sebagai juara. (din/roz)











































