Pada pertandingan final Liga Champions yang berlangsung Kamis (22/5/2008) dinihari WIB, mantan kiper Fulham itu layak disebut sebagai penentu keberhasilan Manchester United menjadi juara Eropa.
Berhadapan satu lawan satu dengan eksekutor terakhir Chelsea, Nicolas Anelka, Van der Sar dengan jitu menebak arah tendangan penyerang asal Prancis itu. Bola yang mengarah ke kanan berhasil diblok olehnya, dan MU pun keluar sebagai juara Liga Champions musim ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tiga penendang pertama The Blues, Claudio Pizarro, Frank Lampard, dan Shaun Wright-Phillips langsung menemui kegagalan karena tendangannya sukses ditepis oleh dirinya. MU pun menang dengan skor total 4-1.
Laga tersebut memang hanya memperebutkan sebuah tropi minor, namun kesuksesannya itu seakan menjadi pertanda bahwa babak adu penalti merupakan bagi kiper 37 tahun itu untuk unjuk kebolehan.
Van der Sar kini tengah menikmati kesusksesan merengkuh tropi Liga Champions bersama rekan-rekannya. Ini merupakan kali kedua ia merasakan manisnya menjadi kampiun Eropa setelah pertama kali meraihnya pada tahun 1995 bersama Ajax Amsterdam.
"Ia tampil luar biasa di saat penentuan," ujar Ryan Giggs seusai pertandingan, menunjukkan betapa besarnya peran Van der Sar dalam babak adu penalti. (roz/ian)











































