Saat membawa Chelsea lolos ke final Liga Champions pertamanya, Grant di sebut-sebut mampu melebihi pelatih sensasional Chelsea sebelumnya, Jose Mourinho. Namun usai pulang dengan tangan hampa dari Luzhniki Stadium, masihkan pujian itu terarah padanya?
Sebagian mungkin menjawab "tidak", sementara lain menyatakan "iya". Apapun jawabannya, kita mungkin setuju kalau apa yang sudah ditorehkan Grant adalah sebuah pencapaian yang cukup fenomenal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Butuh waktu bagi John Terry cs untuk kembali ke performa mereka. Namun di Liga Champions mereka langsung kembali ke trek setelah membawa pulang kemenangan dari Valencia dengan skor 2-1. Kemenangan yang berlanjut dengan selebrasi-selebrasi lain di Premier League dan Liga Champions.
Sampai akhirnya ditundukkan MU dinihari tadi, Grant cuma menderita enam kekalahan. Sebuah fakta yang sekali lagi menunjukkan kalau pelatih tersebut bukanya tidak punya apa-apa.
Fans Chelsea rasanya berhak saja bilang kalau mereka hanya tidak beruntung dinihari tadi. Meski banyak tertekan di babak pertama, Chelsea hampir menguasai penuh jalannya paruh kedua. Dua kali usaha mereka menjebol jala Edwin van der Sar dimentahkan mistar dan tiang gawang.
Kemalangan Avram Grant memuncak saat adu penalti. John Terry yang akan menjadi eksekutor penentu justru terpeleset saat menendang bola, kondisi yang kemudian berbalik menjadi keuntungan buat "Setan Merah" karena Nicolas Anelka juga gagal menuntaskan tugasnya.
"Saat Jose Mourinho pergi dan Avram Grant datang, kami tak pernah membayangkan kami bisa berada di sini sekarang. Apapun yang terjadi, kami telah menjalani masa-masa yang menyenangkan," ungkap Presiden Chelsea, Bruce Buck di Telegraph.
Meski mampu memberi Chelsea tiket final iga Champions pertamanya, namun itu tak lantas menjamin kelanjutan masa depannya di Stamford Bridge. Grant bagaimanapun juga dianggap kurang mumpuni untuk bisa membesut tim bertabur bintang seperti Chelsea.
Apalagi permainan "Si Biru" dianggap tak banyak mengalami perubahan seperti saat bersama Mourinho. Padahal sudah sejak lama Abramovich menginginkan Chelsea yang lebih menghibur.
(din/roz)











































