Van der Sar Pupus Luka Adu Penalti

Van der Sar Pupus Luka Adu Penalti

- Sepakbola
Kamis, 22 Mei 2008 10:29 WIB
Van der Sar Pupus Luka Adu Penalti
Moskow - Angka 13 bukan angka sial buat kiper Manchester United Edwin van der Sar. Setelah 13 tahun berselang, Piala Liga Champions kini kembali bisa diangkatnya untuk kali kedua. Kesuksesan itu bahkan sekaligus memupus luka lama.

Stadion Ernst Happel, di kota Wina, 24 Mei 1995. Ajax Amsterdam ketika itu berhadapan dengan AC Milan di partai puncak Liga Champions musim 1994/95. Pertandingan berlangsung ketat, sampai akhirnya tiba menit 85.

Frank Rijkaard sukses melepaskan umpan buat Patrick Kluivert yang akhirnya mencetak satu-satunya gol dalam pertandingan tersebut dan membuat Ajax merengkuh gelar juara. Van der Sar yang kala itu belum genap 25 tahun ada dalam barisan pemenang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Setahun berselang, musim 1995/96, Ajax kembali hadir di final Liga Champions. Kali ini Van der Sar keluar dengan muka tertunduk usai timnya kandas lewat adu penalti dari Juventus.

Stadion Luzhniki, di kota Moskow, 21 Mei 2008. Van der Sar kembali hadir di final Liga Champions, kali ini untuk mengawal gawang Manchester United. Sekali lagi dia dihadapkan dengan babak adu penalti.

Namun demikian, kali ini dia sukses memupus kegetiran 12 tahun lalu, sekaligus mengulangi kejayaan 13 tahun silam. Kiper asal Belanda itu bahkan jadi pahlawan "Setan Merah" dengan menggagalkan sepakan penalti penyerang Chelsea, Nicolas Anelka. Semakin lengkap kebahagiaan Van der Sar karena dia dinobatkan jadi Man of the Match.

"Tak terukur rasanya melakukan penyelamatan penalti terakhir. Menang di sini dengan menyelamatkan bola terakhir, saya tak punya kata-kata untuk menggambarkannya. Saya tahu dia (Anelka) hendak (menembak) ke mana. Saya merasakannya," tutur Van der Sar seperti dilansir Reuters.

"12 tahun lalu saya kalah di babak penalti dan kami sekarang menang. Itu tak bisa dipercaya. Kami pantas mendapatkannya. Itu luar biasa," imbuh dia.

Berkat kontribusi dari kiper yang kini berusia 37 tahun tersebut, musim ini MU mencatatkan kemenangan double dengan raihan di Liga Champions dan Liga Primer Inggris. Pujian pun dialamatkan oleh sang manajer Sir Alex Ferguson.

"Salah satu tugas tersulit adalah menggantikan Peter Schmeichel (mantan kiper MU) dan tiga tahun lalu kami melakukannya, dengan Edwin Anda bisa lihat peningkatan dalam pertahanan kami. Kredit luar biasa buat dia. Ketika menyoal penalti terakhir, itu butuh pengalaman dan kesabaran. Anda harus menanti gerakan tipis itu. Selamat buat dia," lugas Fergie.

(krs/a2s)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads