Ribuan fans yang seblumnya berkumpul di berbagai cafe di Kota Manchester langsung berhamburan ke jalan usai Edwin van Der Sar memblok sepakan penalti Nicolas Anelka. Menggunakan seragam merah MU, mereka saling berpelukan dan melakukan berbagai tarian menyusul kepastian "Setan Merah" menjuarai Liga Champions.
"Ini sungguh fantastis dan tribut yang sesuai (untuk mengenang 50 tahun tragedi Munich). Saya akan merayakannya dengan sebotol champagne," ungkap seorang fans MU seperti diberitakan Yahoosport.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Polisi terpaksa melepaskan tembakan gas air mata untuk membubarkan kerumunan suporter yang bertindak ricuh. Sebanyak 12 orang juga ditahan karena menyerang petugas dengan kursi dan gelas bir, sedangkan lima anggota kepolisian luka ringan akibat insiden tersebut.
"Segera setelah pertandingan usai beberap orang mulai membuat keributan dan membuat tindakan kekerasan serta melempar kursi dan botol-botol," ungkap seorang anggot kepolisian London.
Kondisi berbeda justru terjadi di Moscow karena suporter kedua klub itu justru akur-akur saja.
Keberhasilan MU menjadi juara dipastikan tak aka diikuti dengan parade kliling kota dalam waktu dekat. Akibat kerusuhan dalam laga final Piala UEFA beberapa pekan lalu, pihak Kota Manchester memutuskan untuk menunda segala bentuk pesta perayaan. (din/ian)











































