Keputusan UEFA itu dikeluarkan pada hari Rabu (4/6/2008) dan segera diumumkan di situs resmi badan tertinggi sepakbola Eropa tersebut. Demikian dilansir Reuters.
Porto kehilangan haknya ikut Liga Champions karena mereka terbukti mencoba memengaruhi hasil pertandingan dengan mencoba menyuap wasit pada Liga Portugal musim 2003/2004.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kasus ini sebetulnya sudah lama merebak di Portugal. Serangkaian penyelidikan sudah digelar. Bulan lalu, Komisi Disiplin Liga Profesional Portugal memotong poin Porto sebanyak enam angka dan menjatuhkan denda sebesar 150 ribu euro (Rp 2,17 miliar) setelah menyelidiki dua pertandingan di musim 2003/04.
Meski mendapat pengurangan angka, Porto tidak mengajukan banding atas keputusan itu. Pada akhirnya, Porto tetap menjuarai Liga Portugal dengan keunggulan 14 angka di depan Sporting Lisbon.
Selain denda dan reduksi poin, hukuman lain berupa skorsing dua tahun dan denda 10 ribu euro juga dijatuhkan kepada Presiden Porto, Jorge Nuno Pinto da Costa.
Terhadap keputusan UEFA ini, Porto berencana mengajukan banding. Namun komentar tambahan dari Os Dragoes --Si Naga, julukan Porto-- tidak berhasil diperoleh.
Foto: Ricardo Quaresma, pemain Porto, tidak akan bermain di Liga Champions musim depan (AFP/Miguel Riopa)
(arp/a2s)











































