Sebelum turnamen dimulai awal Juni lalu, Toni digadang-gadang akan membintang. Kiprah impresifnya dengan menjadi top skorer Liga Jerman dan Piala UEFA membuat ia diramal akan bersinar terang.
Tapi kenyataan berkata sebaliknya. Italia tampil buruk dan dihentikan Spanyol di perempatfinal. Yang parah, Toni yang turun penuh di empat laga Gli Azzurri tak sanggup menceploskan sebiji gol pun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Setelah tersingkir, saya mempertimbangkan apakah saya harus pensiun," ujarnya kepada Bild am Sonntag dan dikutip Goal.
Tapi Toni yang berusia 31 tahun itu tak benar-benar mengakhiri jejaknya di Azzurri. Ia bahkan masih memimpikan untuk tampil di Piala Dunia 2010 alias ketika sudah berumur 33 tahun.
"Ini adalah negara saya dan tim saya. Saya tidak bisa dan tidak ingin menyerah. Jika (Marcello) Lippi (pelatih Italia--red) menginginkan saya, saya tersedia untuk mempertahankan gelar juara dunia tahun 2010," tegas Toni.
(arp/krs)











































