Sampai dengan musim panas tahun 2006, Kalou masih merumput di Belanda dengan membela Feyenoord. Di tahun tersebut, pemain sepakbola berusia 23 tahun itu pernah mengajukan kewarganegaaran Belanda.
Harapan Kalou tentu saja agar dia bisa berlaga di pentas sepakbola internasional bersama Oranjes yang punyaa reputasi besar. Namun, aplikasi itu ditolak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya sangat senang bisa jadi bagian tim Olimpiade dan saya pikir sangat penting buat seorang pemain untuk bisa bermain di kompetisi seperti ini," ujar Kalou seperti dikutip The Sun.
"Saya harap kami bisa melangkah sejauh mungkin, tapi akan berat karena kami akan berhadapan dengan Argentina (di Grup A) dan mereka adalah tim yang bagus dan sudah meraih medali emas Olimpiade sebelumnya. Karena Olimpiade adalah kompetisi hebat dan kami akan bertarung lawan pemain hebat pula, hal itu akan membantu saya berkembang dan mencapai performa puncak bersama Chelsea," harap dia.
Berbalut kostum Pantai Gading dan berkesempatan mengembangkan potensi diri sudah bikin Kalou cukup antuasias berlaga di Olimpiade. Tapi itu makin bertambah karena antuasiasmenya dalam menyambangi Cina.
"Saya sangat menantikan melihat Tembok Cina, karena saya sudah pernah melihatnya di TV jadi saya ingin melihat langsung dan mengambil beberapa foto. Saya tahu tentang film Cina dan makanan Cina, dan itu adalah dua hal hebat yang saya tahu tentang masyarakat Cina," ceplos Kalou.
Menyoal panasnya udara Cina yang banyak dikeluhkan atlet Olimpiade lain, Kalou menukas simpel. "Di sini sangat panas dan negara saya juga sangat panas jadi saya sudah terbiasa."
(krs/a2s)











































