Gegap gempita, mewah serta meriahnya upacara pembukaan cuma jadi tontonan di layar televisi buat sebagian besar pesepakbola yang hadir di Beijing. Jangankan hadir di "Sarang Burung" yang kesohor itu, empat hari setelah Olimpiade resmi dibuka, aura olimpiade bahkan tak bisa mereka rasakan.
Tentu bukan karena tak boleh hadir pada upacara pembukaan yang membuat pesepakbola itu merasa ditelantarkan. Venue pertandingan yang tersebar di Tianjin, Qinhuangdao, Shenyang dan Shanghai munculnya perasaan tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami seperti tidak merasakan atmosfer Olimpiade," tuturΒ Montolivo seperti diberitakan Reuters, Rabu (13/8/2008).
Serbia, yang bermukim di Shanghai, adalah salah satu tim yang melewatkan seremoni pembukaan, kondisi yang disesalkan salah satu beknya Gojko Kacar. "Tentu saja kami menyesal tidak berada di sana dan hanya menyaksikan lewat televisi, tapi itulah takdir kami," sahut dia.
Hal senada diutarakan bintang muda Argentina, Sergio Aguero. Dia malah merasa seperti menjalani kompetis sepakbola junior, bukan sebuah pesta olahraga multi even lantarab yang hadir adalah pemain muda, dan benar-benar tak ada hal lain yang ditemui selain sepakbola itu sendiri.
"Ini sangat indah. Saat kami tiba Shanghai,Β rasanya kami seperti sedang berada di turnamen U-20 atau kompetisi lain seperti itu karena yang ada hanya sepakbola. Tapi inilah Olimpiade yang sesungguhnya," ungkap gelandang serang Atletico Madrid itu.
Aguero, Montolivo dan Kacar pasti bakal iri jika mendengar cerita dari timnas Amerika Serikat yang dapat kesempatan menyaksikan upacara pembukaan. Mereka bahkan menjadi bagian dari seremoni tersebut dengan ikut devile atlet.
"Kami menjalani putaran kami dengan mendapat perhatian dari seluruh dunia selama lima atau enam menit. Itu sangat sepesial. Salah satu momen terhebat yang pernah saya rasakan," cerita anggota skuad AS Chris Seitz.
(din/key)











































