Pato tampil dalam tiga pertandingan Brasil di babak penyisihan Grup C. Dalam tiga laga itu, Pato hanya mencetak satu gol dan kurang bisa menciptakan serangan-serangan yang berbahaya ke gawang lawan.
Pemain AC Milan itu kemudian kehilangan posisi starter dalam laga perempatfinal menghadapi Kamerun. Pelatih 'Samba', Carlos Dunga, lebih memilih memainkan Sobis, yang dalam pertandingan itu kemudian mencetak satu gol.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya lebih memilih Rafael Sobis mengingat cara dia berkembang dalam latihan dan selama pertandingan. Dia adalah pemain yang bisa lolos dari penjagaan ketat, membuka ruang, bisa berlari diagonal dan tidak terperangkap off-side," ungkap Dunga seperti diwartakan Reuters.
"Dia terlibat aktif di latihan dan dia terbiasa dengan tipe permainan seperti ini di (Copa) Libertadores," imbuh Dunga tentang pemain 23 tahun milik Real Betis tersebut kemudian.
"Pato membutuhkan sedikit polesan. Dia harus tahu caranya menghadapi pengawalan ketat dan membebaskan diri darinya," pungkas Dunga.
Di semifinal, Brasil akan bertemu rival sengitnya dari Amerika Selatan, Argentina. Partai dua raksasa bergaya 'Samba' dan 'Tango' itu akan dilangsungkan di Beijing, Selasa (19/8).
(arp/arp)











































