Disebut-sebut sebagai The Real Final, Brasil justru seperti tanpa daya saat menghadapi Argentina di semifinal Olimpiade. Kekalahan 0-3 jelas sulit diterima, apalagi hasil itu datang dari musuh abadi mereka.
Maka tak heran kalau isu Dunga bakal dicopot dari jabatannya berhembus di Brasil usai laga semalam. Terlebih Brasil datang ke Beijing dengan harapan tinggi meraih medali emas pertamanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tekanan akan datang makin kuat ke arahnya sekarang. Menurut saya dia seharusnya bertahan dengan tim senior (tidak menangani tim Olimpiade), tapi dia memilih merasakan pengalaman ini (berangkat ke Olimpiade)," ungkap pelatih Sao Paulo, Muricy Ramalho, seperti diberitakan Reuters.
Dunga sesungguhnya menjalani masa-masa yang indah dengan timnas Brasil di awal kepemimpinannya. Mereka sempat dua kali menundukkan Argentina dengan skor 3-0, yakni di laga ujicoba di London dan pada final Copa Amerika.
Grafik menurun juara dunia lima kali itu adalah saat menelan kekalahan 0-2 atas Venezuela, tim yang belum sekalipun menang atas mereka di 17 pertemuan sebelumnya. Hasil itu berlanjut dengan kekalahan atas Paraguay dan hasil 0-0 dengan Argentina di kandang sendiri di Kualifikasi Piala Dunia 2010..
Usai kekelahan semalan Dunga masih keukeuh untuk bertahan di posisinya. "Anda tak bisa selalu mencetak gol. Jika Anda bisa melakukannya di seluruh pertandingan, itu luar biasa. Ada saatnya Anda bisa menjaga (Lionel) Messi, tapi ada kalanya tidak," bela Dunga. (din/ian)











































