Turki lebih mendominasi permainan dan memiliki beberapa peluang di babak pertama melalui Semih Senturk, Sanli Tuncay, dan Mehmet Aurelio. Namun tendangan semua pemain tersebut melambung melebih mistar gawang.
Sementara Chile melakukan satu tekanan berbahaya ke pertahanan Turki di penghujung babak pertama. Akan tetapi tembakan Humberto Suzao masih melebar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun Turki memperbaiki permainannya dan di menit 75 berhasil mendulang gol. Dari jarak dekat penyerang asal klub Schalke 04, Halil Altintop, berhasil menjebol gawang tim tamu.
Sementara itu juara dunia dua kali Argentina dan negara pecahan Uni Soviet, Belarusia, menyudahi pertarungan mereka dengan sama kuat. Pertemuan pertama kedua negara itu berkesudahan imbang tanpa gol alias 0-0.
Di babak pertama kedua tim bermain membosankan hingga menit ke-40, ketika Argentina baru menghasilkan sepasang peluang mencetak gol. Meskipun tak terjaga, tapi tendangan Carlos Tevez dari jarak delapan meter masih bisa dimentahkan kiper Yury Zhevkov. Menjelang turun minum German Denis menjajal pertahanan tuan rumah, tapi tembakannya membentur tiang gawang.
Di babak keduakualitas permainan tidak meningkat pesat. Tidak banyak kreasi penting yang dibuat kedua tim, sehingga kebuntuan tak terpecahkan. Saking kecewanya, pelatih Argentina Alfio Basile tidak muncul dalam jumpa pers pasca pertandingan.
Di kubu Belarusia, pelatih Bernd Stange mengaku cukup puas dengan hasil imbang ini, mengingat lawannya adalah tim kuat. Meski demikian ia juga tidak merasa punya alasan untuk bersikap euforia.
Belarusia berada di Grup 6 di babak kualifikasi Piala Dunia 2010 bersama Kroasia, Inggris, Ukraina, Kazakhstan, dan Andorra. Lawan pertama mereka pada 6 September adalah Ukraina.
(a2s/arp)











































