Inggris Terkaya, Italia Diancam Jerman

Inggris Terkaya, Italia Diancam Jerman

- Sepakbola
Kamis, 28 Agu 2008 01:28 WIB
Inggris Terkaya, Italia Diancam Jerman
Roma - Liga Inggris dinobatkan sebagai liga terkaya di Eropa menurut sebuah perusahaan Italia. Liga Italia yang menduduki peringkat kedua kini terancam oleh Liga Jerman.

Menurut studi yang dilakukan perusahaan bisnis olahraga StageUp, penghasilan Liga Primer Inggris unggul jauh dan meninggalkan Liga Italia dengan selisih satu miliar euro (Rp 13 triliun).

Premier League menghasilkan penghasilan sebesar 2,43 miliar euro (Rp 32,7 triliun) per tahun. Sementara Seri A 'hanya' menghasilkan uang sebanyak 1,43 miliar euro (Rp 19,2 triliun) per tahunnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menyusul di tempat ketiga adalah Bundesliga Jerman dengan pemasukan 1,42 miliar euro (Rp 19,1) per tahunnya. Liga Spanyol memperoleh 1,35 miliar euro per tahun dan Liga Prancis mendapat pemasukan 1,04 miliar euro per tahun.

Posisi Liga Italia terancam oleh Bundesliga yang pemasukannya hanya berselisih 10 juta euro saja. Bahkan bukan tidak mungkin posisi Italia akan tergeser dalam waktu yang tidak lama lagi.

"Selisih tipis di antara dua liga itu bisa terlampaui bila klub-klub Jerman yang berlaga di Liga Champions memetik hasil yang lebih baik dibanding klub-klub Italia dan dengan demikian meraih lebih banyak uang dari UEFA," papar StageUP seperti dilansir Reuters.

Laporan tersebut menjelaskan bahwa kebanyakan pemasukan didapat dari perjanjian siaran televisi dan sponsor, tiket, royalti serta periklanan.

Bundesliga merupakan liga Eropa dengan rataan penonton tertinggi yakni 40 ribu penonton per partai. Dengan kondisi di Italia, di mana stadion-stadion banyak yang sepi, maka StageUp pun memberi saran untuk para pengelola calcio.

"Untuk mempersempit selisih dengan Liga Inggris dan menghalangi Liga Jerman, Italia seharusnya berinvestasi lebih banyak dalam hal stadion untuk menaikkan keuntungan," ujar Presiden StageUp Giovanni Palazzi.

"Keuntungan akan hadir dari jumlah penonton yang lebih banyak, yang menonton dengan fasilitas yang aman dan nyaman. Penamaan stadion juga bisa menghasilkan, seperti yang banyak berkembang di Jerman," tutup Palazzi.

(arp/a2s)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads