Ya, kisah Berbatov dan Robinho telah sukses membuat bursa transfer musim panas ramai hingga akhir. Penyebabnya apalagi kalau bukan masih alotnya negosiasi di antara kedua kubu yang memiliki dan menginginkan kedua pemain itu.
Berbatov sudah sejak lama menjadi incaran manajer Manchester United, Sir Alex Ferguson, bahkan jauh sebelum bursa transfer musim panas ini dimulai. Bukan rahasia apabila manajer asal Skotlandia itu ingin mendatangkan seorang penyerang yang bertipe finisher mirip Ruud Van Nistelrooy ke Old Trafford. Berba tampaknya dinilai Fergie sebagai orang yang tepat untuk itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
MU sempat dikabarkan berniat memenuhi harga tersebut, namun hingga kini belum ada kepastian resminya. Berba sendiri tampaknya sudah gatal untuk merumput bersama MU, kendati manajemen klub sangat berharap dirinya bakal bertahan. Isu pun makin berhembus kencang ketika ia dicadangkan oleh pelatih Juande Ramos di pekan perdana Liga Inggris.
Apa yang dialami penyerang asal Bulgaria itu mirip dengan kisah Robinho-Real Madrid-Chelsea. Sang pemain diberitakan sangat ingin bergabung dengan The Blues, namun Madrid melalui presidennya, Ramon Calderon, membentengi pemain asal Brasil itu dengan tembok tebal.
Calderon hanya mau melepas Robinho jika tawaran sebesar 31,7 juta poundsterling (sekitar Rp 544 miliar) datang ke mejanya. Angka tersebut jelas masih jauh dari bid Chelsea yang sebesar 25 juta poundsterling (Rp 429 miliar). Apakah ending dari kisah Berbatov dan Robinho akan berakhir dengan berganti klub atau sebaliknya baru akan terjawab tengah malam nanti.
Dari CR7 Hingga Jose Mourinho
Kisah Berbatov dan Robinho hanyalah seklumit dari jaringan cerita transfer windows musim panas ini. Di luar itu masih ada cerita Cristiano Ronaldo yang sempat digoda Madrid, meski akhirnya sang pemain memutuskan bertahan di MU.
Gagal mendapatkan CR7, Los Blancos justru mendatangkan Rafael Van der Vaart dari Hamburg. Gelandang internasional Belanda itu mereka dapatkan dengan harga 12,1 juta pounds (sekitar Rp 201 miliar)-- sangat jauh di bawah harga tawaran terhadap Ronaldo yang sempat mereka sebut akan memecahkan rekor pemain termahal.
Hal berbeda diperlihatkan rival Madrid, Barcelona. Tak hanya mendatangkan pemain bintang, El Barca juga cuci gudang. Ronaldinho dan Gianluca Zambrotta mereka lego ke AC Milan, Deco mereka berikan ke Chelsea, dan bintang muda Giovani dos Santos dilepas ke Tottenham. Pelatih Frank Rijkaard juga ikut-ikutan ditendang dan digantikan oleh Josep Guardiola.
Lebih lanjut lagi masih ada soal Arsenal yang lebih rajin membeli pemain kendati bidikannya masih pemain muda semisal Samir Nasri dan Aaron Ramsey. Sedangkan Liverpool diwarnai kegigihan mereka untuk membeli Gareth Barry walaupun akhirnya yang datang malah Robbie Keane -- itu pun dengan harga yang cukup mahal, 19 juta pounds (sekitar Rp 316 miliar).
Bagaimana dengan Seri A? Milan sukses mendatangkan Ronaldinho dan merajut kembali kisah mereka dengan Andriy Shevchenko. Rossoneri juga berusaha meremajakan lini belakang mereka dengan meminjam bek Arsenal, Philippe Senderos, dan tadi malam menjadikan Mathieu Flamini sebagai bek kanan.
Rival sekota Milan, Inter Milan terlihat lebih kalem. Mereka baru saja mendatangkan Ricardo Quaresma setelah sebelumnya sukses membeli Sulley Ali Muntari, tak terlalu mentereng memang. Namun, mereka kedatangan sosok spesial di kursi pelatih, Jose Mourinho.
Bursa transfer musim panas semestinya berakhir pada 31 Agustus kemarin. Namun Liga Inggris dan Spanyol memperpanjangnya 24 jam dengan alasan deadline pertama bertepatan dengan hari libur (Minggu).
Karena segala aktivitas transfer harus berakhir selambat-lambatnya tanggal 1 September sebelum teng jam 12 malam, maka setiap klub dan pemain yang masih "incar-incaran" sudah harus merampungkan apa yang harus diurus. Berbatov dan Robinho pun demikian: apakah mulai Selasa mereka sudah bertukar kaos, atau tetap seragam klubnya saat ini.
(roz/a2s)











































