Judul Buku: Siapa Suruh ke Maracana?
Penulis: Stewart Henry Pesch dan Johanes Indra
Penerbit: EnterMedia
Tebal: 256 halaman
Cetakan: I, 2014
Ibarat madu yang mengundang datangnya lebah, begitulah pesona Piala Dunia dengan segala dinamikanya bagi para pencinta sepakbola. Apapun medianya, semua berlomba memberikan argumentasi dan analisis setiap pertandingan.
Apakah Anda ingin tampil laiknya analis sepakbola profesional di komunitas Anda? Maka sudah tepat bila Anda mulai menyimak halaman per halaman buku baru berjudul 'Siapa Suruh ke Maracana?' yang ditulis oleh Stewart Henry Pesch dan Johanes Indra ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Apalagi data statistik, tak satu pun halaman dalam buku ini yang membeberkan statistik tim peserta Piala Dunia 2014. "Statistik itu ibarat perempuan berbikini di pantai," kata Justinus Laksana, mantan pelatih tim nasional futsal Indonesia, saat acara peluncuran buku ini di Istora Senayan, Jakarta (29/5).
Padahal, "Ada beberapa hal dalam sepakbola yang tidak bisa dilihat hanya dari data statistik," kata Justinus yang juga analis sepakbola di salah satu televisi swasta ini.
Itulah keunikan dunia sepakbola yang dengan cermat diramu menjadi tulisan yang menarik oleh penulis.
Dalam buku yang ditulis oleh dua jurnalis sepakbola ini, pembaca akan diajak berkeliling dunia mengamati kekuatan masing-masing tim. Ditulis dengan gaya bahasa yang ringan dan santai, membaca buku ini lebih terasa seperti sebuah novel seputar fakta-fakta yang terjadi di luar lapangan. Inilah yang menjadi sajian utama bagi para pembaca sebelum kick-off Piala Dunia 2014 dimulai.
Tengok saja tulisan tentang kerasnya kehidupan masa lalu Edin Dzeko, penyerang andalan Bosnia-Herzegovina. Kehidupan masa kecil yang diliputi suasana Perang Balkan membuat Dzeko, yang saat itu belum berusia 10 tahun, harus melihat sendiri teman bermainnya tewas karena perang.

Dzeko kecil yang harus tinggal bersama 15 anggota keluarga lain di satu ruang apartemen kecil karena rumahnya hancur. Kisah kelam itulah yang menjadikan Dzeko saat ini dikenal sebagai pemain yang mempunyai mental baja.
Lain lagi kisah tentang kecelakaan nahas yang mengakibatkan 31 orang pemain AC Torino tewas. Dalam perjalanan menuju Italia dari Lisbon, pesawat yang ditumpangi para pemain Torino terjebak cuaca buruk dan menabrak Bukit Superga.
Ironisnya, 10 orang pemain Torino yang tewas tersebut adalah pemain yang tengah dipersiapkan Italia untuk menghadapi Piala Dunia 1950. Kehilangan pemain utama dengan cara tragis menimbulkan trauma bagi Italia yang akhirnya harus berangkat ke Brasil menggunakan kapal laut.
Akibatnya penampilan tim ini di lapangan hijaupun berantakan dan terpaksa Β kandas di babak penyisihan.
Ya, sekelumit kisah yang terjadi di luar lapangan memang selalu menjadi cerita tersendiri di setiap penyelenggaraan kompetisi akbar sekelas Piala Dunia.
Kisah tentang Lionel Messi yang belum juga menyumbangkan trofi bagi negaranya, meskipun telah mengantongi segudang gelar bersama Barcelona. Ada juga cerita intrik politik dan sepakbola di negara Iran, ketika (eks Presiden) Mahmoud Ahmadinejad pernah mengeluarkan kebijakan yang memperbolehkan kaum perempuan menonton sepakbola langsung di stadion. Atau kisah pemain-pemain Afrika yang meretas asa di ajang Piala Dunia 2014 menarik untuk disimak lebih jauh.
Memang tidak semua diungkapkan dalam buku ini. Pembaca tidak akan menemukan peta lokasi atau profil kota-kota di Brasil tempat diselenggarakannya Piala Dunia kali ini.Oleh karena itu buku ini lebih tepat disebut sebagai suplemen Piala Dunia 2014 dibandingkan buku panduan. Seperti suplemen makanan yang menyehatkan, buku ini memberikan gambaran yang menyehatkan pembacanya. Jika selama ini pembaca selalu disodori statistik semata, kisah-kisah di belakang gemerlapnya panggung sepakbola dikemas dan disajikan dengan rapi.
Maka pas rasanya bila buku ini diberi subjudul 'Tendangan Bebas 32 Tim Peserta Piala Dunia'. Layaknya tendangan bebas, masing-masing tim dengan segala kisah yang menyelimutinya memiliki kesempatan unjuk kekuatan dan kelebihan untuk mewujudkan impian menjuarai Piala Dunia 2014.
(a2s/fem)











































