Mata Rantai Juan Mata

Mata Rantai Juan Mata

- Sepakbola
Jumat, 24 Jan 2014 13:43 WIB
Mata Rantai Juan Mata
AFP/Olly Greenwood
Jakarta - Semua mata mengarah ke Juan Mata. Well, mungkin tidak hanya mata, tetapi juga telinga dan berbagai pertanyaan seperti: mau main di mana nanti kalau jadi ke Manchester United?

Pertanyaan terakhir ini memang menggelitik. Eks kapten 'Setan Merah', Gary Neville, bahkan menggelengkan kepala ketika mendengar United rela mengeluarkan (setidaknya) 35 juta poundsterling untuk Mata. "Uang yang sangat banyak," ujarnya seraya menaikkan alis.

Neville tidak sendirian, partner komentatornya di Sky Sports --yang dulu adalah rivalnya--, Jamie Carragher, juga berpendapat serupa. "Kalau mengeluarkan uang sebanyak itu, United harus memainkannya," ucap Carragher.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di sinilah pertanyaan "bakal dimainkan di mana Mata" jadi relevan. Neville berpendapat bahwa Mata bukanlah jawaban dari krisis United. Dia juga tidak cocok dengan filosofi permainan United yang kerap mengandalkan serangan lewat sayap. Memainkan Mata sebagai winger murni adalah penghinaan terhadap talentanya, sama seperti memainkan Shinji Kagawa di sayap kiri.

Sialnya, kata Neville, United sudah terbiasa memainkan pemain di luar posisi terbaiknya. Kleberson, yang gelandang tengah, dimainkan sebagai sayap kiri. Juan Sebastian Veron, seorang playmaker, dimainkan sebagai gelandang tengah --karena jelas tidak bisa memainkannya sebagai sayap kiri. Terakhir, pemilik situs taktik Zonal Marking, Michael Cox, menyebut United membuang percuma talenta Anderson.

Nama yang disebut terakhir itu memang gagal mencapai potensi terbaiknya, tapi Cox berpendapat bahwa mungkin saja itu karena Anderson, yang naturalnya adalah gelandang serang dan biasa bermain sebagai "nomor 10", diniatkan Alex Ferguson untuk jadi box-to-box midfielder.

Ferguson mungkin tergoda melihat ketangguhan fisik seorang Anderson dan, mengingat Premier League punya aspek fisik pada permainan sepakbolanya, jadilah Anderson gelandang tengah. Kita kemudian tahu bagaimana nasibnya di Old Trafford.

Padahal, sebagai nomor 10, Anderson begitu bersinar di Piala Dunia U-17 pada tahun 2005. Cox kemudian mengutip penilaian situs resmi FIFA akan Anderson: "Playmaker yang tampaknya tidak akan kehabisan trik."

Sama seperti Anderson, Mata adalah pemain "nomor 10". Dengan adanya Wayne Rooney --dan jika dia fit-- mau ditaruh mana Mata? Opsi paling memungkinkan adalah memainkannya di kanan/kiri, dengan Adnan Januzaj di sisi lainnya. Ini pun tidak sebagai winger murni, melainkan sebagai para pemain pinggir lapangan yang bermain rapat.

Neville menyisakan sedikit penilaian bagus untuk Mata. Baginya, membeli Mata adalah usaha David Moyes untuk mengubah filosofi permainan United. "Mungkin dia ingin bermain dengan tiga gelandang tengah dan para sayap yang bermain narrow (rapat, red)."

Skuat dan taktik United memang tampak sudah usang, bahkan di hadapan para tim yang menghuni papan tengah seperti Southampton dan Newcastle United sekalipun. Ketika tim-tim lain sudah bisa menerapkan pressing ketat, memberikan sedikit ruang untuk lawan, United masih kerepotan untuk menerapkan gaya permainan seperti ini.

Mungkin Ferguson sudah melihat akhir dari jalan United-nya. Moyes, yang disebut-sebut lebih ahli dalam soal taktik ketimbang Ferguson, pun ditunjuk. Dalam beberapa penilaian jurnalis Inggris, Everton-nya Moyes tidak pernah bertahan seburuk United musim ini.

Mata mungkin bukanlah jawaban dari krisis United. Mereka lebih membutuhkan gelandang tengah mumpuni. Marouane Fellaini yang dibeli dengan harga lebih dari 20 juta poundsterling sampai saat ini terbukti bukanlah penyembuh dari penyakit akut itu.

Tapi andai sukses mendatangkan Mata, United --dan juga Moyes-- seperti menegaskan bahwa mereka memang berniat untuk merombak skuat habis-habisan. Atau, setidaknya, sederhananya, minimalnya, dia bisa menambah kreativitas United.

Dengan Mata, Robin van Persie, Wayne Rooney, plus Adnan Januzaj atau Shinji Kagawa, lini depan United memang tampak menjanjikan. Namun, apa gunanya lini depan menjanjikan jika lini tengahnya bolong? Lubang di lini tengah itu terekspos dengan jelasnya ketika United dihantam Chelsea 1-3 di Stamford Bridge.

Mata --sekali lagi, jika jadi bergabung-- mungkin dimaksudkan Moyes jadi mata rantai dari serentetan perubahan yang diniatkannya nanti. Moyes, yang belakangan dikabarkan memantau beberapa pertandingan di seluruh Eropa, juga mengakui hal ini.

"Banyak pekerjaan yang kami lakukan saat ini adalah persiapan untuk musim panas nanti," demikian ucapnya pada matchday programme sebelum laga melawan Sunderland di semifinal Piala Liga Inggris.

Untuk yang satu ini, Carragher punya penggambaran tepat untuk United. "United belum pernah mengalami hal seperti ini untuk waktu yang lama. Kami di Liverpool sudah pernah mengalaminya, dengan pergantian manajer dan para pemain datang dan pergi."

"Itu tidak seburuk yang orang-orang pikirkan atau bicarakan."

"Orang-orang bilang kami butuh 7-8 pemain baru. Tapi, sebenarnya tidak seperti itu. Kadang 2-3 pemain top saja sudah cukup untuk menaikkan mental pemain-pemain lainnya," kata Carragher.

====

*penulis biasa beredar di dunia maya lewat akun Twitter: @Rossifinza


(roz/din)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads