Saat Kevin Strootman terjatuh dan tampak kesakitan tanpa adanya kontak dengan pemain lawan kala berhadapan dengan Napoli, sesuatu yang buruk mungkin terjadi. Kemungkinan terburuk itu pun nyatanya memang terjadi.
Petaka untuk Strootman berawal saat dia sedang berebut bola dengan Blerim Dzemaili di menit-menit awal pertandingan. Setelah badannya sempat sedikit bersinggungan dengan Dzemaili, Strootman kemudian mendarat dengan tidak sempurna dengan kaki kirinya.
Strootman langsung berteriak, jatuh, dan mengerang kesakitan. Dari ekspresi wajahnya, Strootman seperti mengalami sesuatu yang buruk.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia langsung menjatuhkan diri ke lapangan dan memberi isyarat untuk minta diganti. Saat dibawa keluar lapangan oleh tim medis, Strootman cuma bisa menunduk dan memegang kepalanya. Dia seakan tahu sesuatu yang buruk sedang terjadi padanya.
Pada akhirnya, Roma kalah 0-1 dari Napoli. Hasil itu membuat Roma makin jauh tertinggal dari Juventus dan didekati Napoli di papan klasemen Liga Italia.
Namun kekalahan itu rupanya tak membuat Rudi Garcia terlalu khawatir. Ada hal lain yang lebih dicemaskan oleh allenatore asal Prancis itu: seberapa parah cedera Strootman.
Hari Senin (10/3/2014) waktu setempat, apa yang ditakutkan Roma dan Strootman akhirnya benar-benar terjadi. Hasil tes menunjukkan bahwa anterior cruciate ligament di lutut kiri gelandang asal Belanda itu robek dan ada kemungkinan kerusakan di meniskus. Dia pun akan menjalani operasi dalam beberapa hari ke depan. Salah satu kemungkinan terburuk lainnya adalah Strootman butuh waktu sembilan bulan untuk pulih.
Musim Strootman bersama Roma pun otomatis sudah berakhir. Dia juga harus mengubur impiannya untuk tampil di Piala Dunia 2014 bersama Belanda.

Apa yang terjadi pada Strootman amat disayangkan oleh banyak pihak. Pasalnya, Strootman tengah melalui musim yang impresif bersama I Lupi.
Di musim yang menjadi musim pertamanya di Liga Italia itu, Strootman langsung mencuri hati para pendukung Roma. Betapa tidak, dengan gaya bermain yang bisa dibilang garang dan tak takut untuk merebut bola dari kaki pemain lawan, Strootman membuat lini tengah Roma menjadi salah satu yang terbaik di Liga Italia.
Sejak didatangkan dari PSV Eindhoven di bursa transfer musim panas lalu, Strootman langsung menjadi andalan Garcia untuk mengisi lini tengah Roma. Bersama Daniele De Rossi dan Miralem Pjanic, Strootman disebut Garcia menjadi 'jantung' permainan Roma.
Kontribusi nyata juga langsung ditunjukkan oleh pemain yang memulai karier dari Sparta Rotterdam itu. Tampil 29 kali untuk Roma di Liga Italia dan Coppa Italia, Strootman menyumbang enam gol dan enam assist. Maka tak heran jika dia langsung menjadi salah satu pemain kesayangan Romanisti. Saat kabar cedera Strootman dikonfirmasi, tak sedikit Romanisti yang ikut meratapinya.
Penampilan impresifnya bersama Roma kemudian juga menarik perhatian klub-klub besar Eropa. Manchester United yang di bursa transfer musim panas lalu kalah bersaing dengan Roma dalam perebutan Strootman, kabarnya siap untuk kembali menggoda pemain kelahiran Ridderkerk itu.
==
Absennya Strootman tentu menjadi kehilangan besar untuk Roma. Selain sebagai gelandang andalan, Strootman juga dianggap sebagai salah satu pemain penting.
Hal itu setidaknya terlihat dari hierarki eksekutor penalti Roma. Strootman adalah eksekutor kedua setelah sang kapten, Francesco Totti. Sudah dua penalti yang dieksekusi Strootman saat Totti tak ada di lapangan.
Strootman memang dikenal punya jiwa kepemimpinan di atas lapangan. Dia adalah kapten timnas Belanda U-21 saat berlaga di Piala Eropa U-21 tahun 2013 lalu. Dia juga pernah menjabat sebagai kapten timnas senior Belanda di pertandingan persahabatan.
Dikenal sebagai pemain yang tak banyak berulah, Strootman pun langsung mendapat simpati dan dukungan dari rekan-rekan setimnya di Roma. Mulai dari Pjanic, Leandro Castan, Radja Nainggolan, Mehdi Benatia, Alessandro Florenzi, hingga Totti, berlomba-lomba membesarkan hati Strootman.
"Ayo, Kevin. Sekarang kamu hanya harus berpikir soal memulihkan diri dan aku tahu kamu akan melakukannya dengan determinasi yang sama dengan yang selalu kamu tunjukkan di setiap pertandingan, keinginanmu akan membuat perbedaan di situasi ini," tulis Totti di situs pribadinya.
"Aku akan menunggumu di lapangan dan tak sabar untuk mengatur sebuah makan malam atau makan pizza bersama untuk merayakan kembalinya dirimu," lanjut Totti.
Tak cuma Roma yang menyayangkan cederanya Strootman. Timnas Belanda pun merasa kehilangan salah satu pemain terbaiknya.
Strootman menjadi salah satu pemain kunci Belanda dalam mengamankan tiket ke Piala Dunia 2014. Gelandang 24 tahun itu tampil sembilan kali selama babak kualifikasi dan menyumbang satu gol.Strootman juga merupakan pemain andalan Louis van Gaal. Menurut catatan Infostrada, Strootman adalah pemain yang paling sering dimainkan oleh Van Gaal.
Van Gaal bahkan sejak jauh-jauh hari sudah memberi jaminan untuk posisi Strootman di skuat De Oranje yang akan berangkat ke Brasil. Strootman adalah satu dari tiga pemain yang sudah dipastikan akan dibawa Van Gaal ke Piala Dunia selain Robin van Persie dan Arjen Robben.
Apa yang terjadi pada Strootman pun sangat disayangkan oleh Van Gaal. Mantan pelatih Barcelona dan Ajax Amsterdam itu bahkan membayangkan dunia Strootman runtuh menyusul cedera yang memaksanya absen dari Piala Dunia pertamanya itu.
"Apa yang terjadi pada Kevin sangat dramatis. Saya bisa membayangkan bahwa pada saat ini dunianya runtuh, di momen yang sangat penting," sahut Van Gaal.
"Dia berkontribusi besar dalam kelolosan kami ke Piala Dunia di Brasil. Kami belum pernah tampil tanpanya."
"Tapi orang yang paling terpengaruh adalah Kevin, yang harus melihat mimpinya hancur," kata Van Gaal.
Dramatis. Ungkapan Van Gaal untuk menggambarkan apa yang terjadi pada Strootman mungkin tidak berlebihan. Kerja keras yang ditunjukkan Strootman di sepanjang musim ini harus buyar tiga bulan jelang turnamen yang akan jadi panggung besar pertamanya itu.
Piala Dunia tentu menjadi mimpi bagi setiap pesepakbola, tak terkecuali Strootman. Hal itu diungkap oleh mantan rekan setim Strootman di PSV yang kini merumput di Napoli, Dries Mertens. "Bermain di Piala Dunia selalu menjadi mimpinya," begitu kata Mertens soal keinginan Strootman.
Bicara soal mimpi tampil di Piala Dunia yang kandas, Strootman bukan pemain pertama yang mengalaminya. Mimpi buruk cedera parah jelang bergulirnya Piala Dunia tahun ini juga menghampiri Theo Walcott dan Radamel Falcao, kendati nama yang disebut terakhir masih berlomba dengan waktu untuk tampil di Brasil.
Di tahun 2010 lalu, David Beckham juga harus mengucap sayonara pada Piala Dunia. Beckham yang saat itu masih berseragam AC Milan mendapat cedera engkel dan divonis harus absen selama enam bulan. Saat ditandu keluar lapangan, Beckham yang kala itu berusia 34 tahun cuma bisa menangis -- mungkin meratapi kegagalannya tampil di Piala Dunia yang mungkin akan jadi turnamen besar terakhirnya kala itu.
Tapi cedera itu tak lantas membuat karier Beckham surut. Usai comeback dari cedera panjang, mantan bintang Manchester United itu masih membantu Los Angeles Galaxy menjuarai MLS di tahun 2011 dan 2012. Sebelum gantung sepatu di tahun 2013, Bekcham mengantar Paris Saint-Germain jadi juara Ligue 1 musim 2012/2013.
Berkaca pada Beckham --dan dengan tanpa mengecilkan kekecewaan mendalam yang mungkin dirasakan-- Strootman tak seharusnya 'tenggelam' karena cedera ini. Dengan umurnya yang masih 24 tahun, Strootman tentu masih punya jalan karier yang panjang. Dia juga diyakini akan kembali lebih kuat dari sebelumnya--seperti yang diyakini oleh Robin van Persie.
"Aku harap Kevin Strootman cepat pulih. Aku sangat sedih untukmu, temanku. Aku yakin kamu akan kembali dengan lebih kuat!" seru Van Persie.
Comeback stronger, Strootman!
====
* Penulis adalah wartawan @detiksport , pemilik akun twitter @ndsalusi
(nds/a2s)











































