Rising Star di Piala Dunia 2014

Rising Star di Piala Dunia 2014

Rossi Finza Noor - Sepakbola
Rabu, 16 Jul 2014 15:37 WIB
Rising Star di Piala Dunia 2014
Jakarta -

Piala Dunia 2014 tidak hanya mempertontonkan sederet aksi dari bintang yang memang sudah bersinar. Beberapa bintang baru juga ikut muncul dan mencuri perhatian.

Sebut saja Paul Pogba yang terpilih sebagai Pemain Muda Terbaik di Piala Dunia 2014. Nama Pogba memang sudah lama dikenal oleh para penggemar sepakbola, khususnya para pendukung Juventus. Pogba, yang baru berusia 21 tahun, adalah salah satu tulang punggung dari kesuksesan Juventus di Serie A dalam beberapa musim terakhir.

Selain Pogba, juga ada James Rodriguez yang dinobatkan sebagai pencetak gol terbanyak Piala Dunia 2014 dengan 6 gol. James mulai mencuat sejak memperkuat Porto pada musim 2011/2012, namun baru di Piala Dunia 2014 namanya dikenal secara luas.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di luar keduanya masih ada beberapa nama lain seperti Daley Blind, Ricardo Rodriguez, hingga Memphis Depay. Kelimanya punya peran dalam perjalanan tim nasional masing-masing di Piala Dunia 2014.

1. Daley Blind

Daley Blind adalah pilihan utama Louis van Gaal untuk menempati pos bek kiri Belanda. Anak dari eks kapten Ajax Amsterdam dan asisten manajer timnas Belanda, Danny Blind, ini adalah Pemain Terbaik Eredivisie musim 2013/2014.

Blind adalah pemain serba-bisa. Dia bisa dimainkan sebagai bek kiri ataupun gelandang bertahan. Di luar itu, dia juga bisa jadi bek tengah dadakan. Tipe permainannya yang cenderung kalem dan tidak menggebu-menggebu membuatnya mampu tampil fokus dan mampu menjaga positioning dengan baik.

Blind juga punya passing akurat dan piawai melepas crossing. Pada laga pertama Belanda di Grup B, Blind membantu timnya itu melumat Spanyol 5-1. Dia menyumbang dua assist untuk gol-gol Robin van Persie dan Arjen Robben.

Performanya selama Piala Dunia 2014 kemudian dia lengkapi dengan sebuah gol ke gawang Brasil pada perebutan tempat ketiga. Itu adalah gol debutnya untuk timnas Belanda dari total 19 caps.

"Ketika saya masih kecil, ayah saya selalu memberi banyak nasihat. Dan itu masih berlanjut sampai sekarang. Saya berutang banyak padanya," ujar pemain berusia 24 tahun ini di situs resmi FIFA.

Blind menjawab kebutuhan Belanda akan seorang bek kiri setelah Giovanni van Bronckhorst pensiun. Oleh Castrol Index, dia mendapatkan nilai 8,97 selama perhelatan Piala Dunia 2014.

2. Ricardo Rodriguez

Satu lagi bek kiri yang mencuri perhatian di Piala Dunia 2014. Mengingat bek kiri istimewa adalah sesuatu yang langka di dalam dunia sepakbola, tidak mengherankan jika harga mereka --begitu muncul-- kerap mahal. Lihat bagaimana Manchester United rela membayar 30 juta poundsterling untuk seorang Luke Shaw.

Tidak akan mengherankan, jika misalnya, harga Ricardo Rodriguez di masa depan akan jadi semahal itu. Rodriguez adalah bek kiri utama Swiss dan selalu tampil dalam 4 laga Swiss di Brasil 2014.

Selama 390 menit bermain, Rodriguez memperlihatkan bahwa dia adalah bek yang amat tangguh dalam bertahan. Dia kerap melakukan tekel, intersep, hingga merebut kembali penguasaan bola. Dia juga tercatat melepaskan 159 operan sukses dalam empat laga di Piala Dunia 2014.

Oleh Castrol Index, bek 21 tahun yang bermain untuk VfL Wolfsburg ini mendapatkan rating 8,08.


3. Memphis Depay

Memphis Depay pertama kali bermain ketika menghadapi Australia di laga kedua Grup B, di mana dia dimasukkan pada menit ke-48 untuk menggantikan Bruno Martins Indi yang cedera.

Hasilnya tidak jelek, Depay mencetak satu gol pada laga tersebut dan membantu Belanda menang 3-2. Dengan mencetak gol ke gawang Australia tersebut, Depay --yang baru berusia 20 tahun-- jadi pencetak gol termuda Belanda di Piala Dunia.

Depay kemudian mencetak satu gol lagi ketika Oranje mengalahkan Chile 2-0. Lagi-lagi, dia melakukannya setelah masuk sebagai pemain pengganti. Depay mencetak kedua gol itu hanya dari 6 tembakan yang dia hasilkan selama perhelatan Piala Dunia.

Pemain milik PSV Eindhoven ini akhirnya masuk dalam nominasi Pemain Muda Terbaik Piala Dunia 2014, namun akhirnya harus merelakan gelar tersebut kepada Paul Pogba.



4. Stefan De Vrij

Salah satu alasan mengapa gawang Belanda sulit untuk dibobol selama fase knock-out adalah lantaran kokohnya barisan pertahanan mereka yang diisi oleh Bruno Martins Indi, Ron Vlaar, dan Stefan De Vrij. Nama yang disebut terakhir tersebut selalu tampil sebagai starter dalam tujuh pertandingan Belanda di Piala Dunia 2014.

Dengan tinggi 190 cm, De Vrij tidak hanya jadi tembok kokoh, tetapi juga kuat dalam memenangi duel di udara. Tidak hanya itu, De Vrij juga cukup oke dalam mengalirkan operan ke lini tengah. Tercatat dia melepaskan 351 operan sukses selama 677 menit bermain.

De Vrij, yang bermain untuk Feyenoord di Eredivisie, juga memenangi kembali penguasaan bola sebanyak 58 kali dan membuat 17 tekel. Oleh Castrol Index, bek berusia 22 tahun ini mendapatkan rating 9,7.

Performa apiknya selama Piala Dunia 2014 juga membuatnya dikabarkan menarik minat beberapa klub di luar Belanda. Belakangan, Lazio dikabarkan serius ingin menggaetnya.

5. James Rodriguez

James Rodriguez adalah salah satu nama yang paling diperbincangkan selama Piala Dunia 2014. Gol pertama bintang Kolombia ini ke gawang Uruguay di babak perdelapanfinal hanyalah sedikit cuplikan dari kehebatannya.

Menerima bola lambung tepat di depan kotak penalti Uruguay, pemain AS Monaco tersebut menahan bola dengan dadanya sembari memutar badan. Ketika sudah berada dalam sudut 90 derajat dari arah gawang Uruguay, dia langsung menghantam bola dengan sepakan voli kaki kiri.

Bola yang dihantamnya itu melejit dan menerpa mistar gawang Uruguay, sebelum akhirnya memantul ke bawah dan masuk ke dalam gawang.

Kegemilangan James tidak berhenti sampai di situ. Di babak kedua, dia mencetak satu gol tambahan lagi usai menerima umpan sundulan dari Juan Cuadrado. Kali ini, gol dilesakkannya dengan tembakan jarak dekat di depan gawang Uruguay.

Sebagai pemain, James bisa bermain di dua posisi, yakni sebagai winger ataupun gelandang serang di belakang penyerang. Selain kemampuan finishing-nya cukup mumpuni, James juga jago melepas umpan terobosan atau passing akurat.

Salah satu bukti kepiawaiannya dalam menggiring dan mengolah bola adalah ketika melawan Jepang di fase grup. Kolombia menang 4-1 pada laga tersebut dan James, yang baru dimainkan pada menit ke-46, menyumbang satu gol.

Pada menit ke-90, James menerima sebuah umpan terobosan. Dia kemudian menggiring bola ke dalam kotak penalti dan mengecoh Maya Yoshida. James bergerak ke kanan, membuat Yoshida bergerak ke kiri. Namun, ketika Yoshida bergerak ke kanan untuk menutup ruang tembaknya, James dengan gesit berkelit ke kiri dan langsung melepaskan tembakan.

Gol pun tercipta dan Yoshida hanya bisa tergeletak pasrah sudah dikerjai sedemikian rupa.


6. Paul Pogba

Pogba bermain sebanyak 5 kali pada Piala Dunia kali ini dengan total menit bermain 354 menit. Salah satu highlight-nya selama membela Prancis di Brasil 2014 adalah ketika memecahkan kebuntuan lewat gol sundulannya ke gawang Nigeria di babak perdelapanfinal.

Di luar itu, Pogba adalah tokoh sentral di lini tengah Prancis. Dia tidak hanya mampu mengatur tempo, tetapi juga menjaga penguasaan bola timnya. Oleh karenanya tidak jarang dia jadi sasaran langsung pemain lawan.

Total, Pogba dilanggar sebanyak 6 kali selama Piala Dunia kali ini. Salah satunya menghadirkan kartu merah untuk pemain lawan.

Tidak mengherankan juga jika Pogba diberikan perhatian khusus. Jerman, yang menghadapi Prancis di babak perempatfinal, tidak membiarkannya bergerak bebas. Prancis akhirnya tersingkir pada pertandingan tersebut setelah tak kunjung sukses membongkar pertahanan Jerman yang alot.

Dari total lima kali bermain, Pogba sukses melepaskan 197 operan dengan tingkat akurasi mencapai 80,1%. Oleh Castrol Index, dia mendapatkan nilai 8,79.

Mengingat namanya sudah cukup dikenal, Piala Dunia 2014 hanyalah panggung penahbisan dan pembuktian bahwa Pogba memang memiliki talenta luar biasa.


Halaman 2 dari 7
Daley Blind adalah pilihan utama Louis van Gaal untuk menempati pos bek kiri Belanda. Anak dari eks kapten Ajax Amsterdam dan asisten manajer timnas Belanda, Danny Blind, ini adalah Pemain Terbaik Eredivisie musim 2013/2014.

Blind adalah pemain serba-bisa. Dia bisa dimainkan sebagai bek kiri ataupun gelandang bertahan. Di luar itu, dia juga bisa jadi bek tengah dadakan. Tipe permainannya yang cenderung kalem dan tidak menggebu-menggebu membuatnya mampu tampil fokus dan mampu menjaga positioning dengan baik.

Blind juga punya passing akurat dan piawai melepas crossing. Pada laga pertama Belanda di Grup B, Blind membantu timnya itu melumat Spanyol 5-1. Dia menyumbang dua assist untuk gol-gol Robin van Persie dan Arjen Robben.

Performanya selama Piala Dunia 2014 kemudian dia lengkapi dengan sebuah gol ke gawang Brasil pada perebutan tempat ketiga. Itu adalah gol debutnya untuk timnas Belanda dari total 19 caps.

"Ketika saya masih kecil, ayah saya selalu memberi banyak nasihat. Dan itu masih berlanjut sampai sekarang. Saya berutang banyak padanya," ujar pemain berusia 24 tahun ini di situs resmi FIFA.

Blind menjawab kebutuhan Belanda akan seorang bek kiri setelah Giovanni van Bronckhorst pensiun. Oleh Castrol Index, dia mendapatkan nilai 8,97 selama perhelatan Piala Dunia 2014.

Satu lagi bek kiri yang mencuri perhatian di Piala Dunia 2014. Mengingat bek kiri istimewa adalah sesuatu yang langka di dalam dunia sepakbola, tidak mengherankan jika harga mereka --begitu muncul-- kerap mahal. Lihat bagaimana Manchester United rela membayar 30 juta poundsterling untuk seorang Luke Shaw.

Tidak akan mengherankan, jika misalnya, harga Ricardo Rodriguez di masa depan akan jadi semahal itu. Rodriguez adalah bek kiri utama Swiss dan selalu tampil dalam 4 laga Swiss di Brasil 2014.

Selama 390 menit bermain, Rodriguez memperlihatkan bahwa dia adalah bek yang amat tangguh dalam bertahan. Dia kerap melakukan tekel, intersep, hingga merebut kembali penguasaan bola. Dia juga tercatat melepaskan 159 operan sukses dalam empat laga di Piala Dunia 2014.

Oleh Castrol Index, bek 21 tahun yang bermain untuk VfL Wolfsburg ini mendapatkan rating 8,08.


Memphis Depay pertama kali bermain ketika menghadapi Australia di laga kedua Grup B, di mana dia dimasukkan pada menit ke-48 untuk menggantikan Bruno Martins Indi yang cedera.

Hasilnya tidak jelek, Depay mencetak satu gol pada laga tersebut dan membantu Belanda menang 3-2. Dengan mencetak gol ke gawang Australia tersebut, Depay --yang baru berusia 20 tahun-- jadi pencetak gol termuda Belanda di Piala Dunia.

Depay kemudian mencetak satu gol lagi ketika Oranje mengalahkan Chile 2-0. Lagi-lagi, dia melakukannya setelah masuk sebagai pemain pengganti. Depay mencetak kedua gol itu hanya dari 6 tembakan yang dia hasilkan selama perhelatan Piala Dunia.

Pemain milik PSV Eindhoven ini akhirnya masuk dalam nominasi Pemain Muda Terbaik Piala Dunia 2014, namun akhirnya harus merelakan gelar tersebut kepada Paul Pogba.



Salah satu alasan mengapa gawang Belanda sulit untuk dibobol selama fase knock-out adalah lantaran kokohnya barisan pertahanan mereka yang diisi oleh Bruno Martins Indi, Ron Vlaar, dan Stefan De Vrij. Nama yang disebut terakhir tersebut selalu tampil sebagai starter dalam tujuh pertandingan Belanda di Piala Dunia 2014.

Dengan tinggi 190 cm, De Vrij tidak hanya jadi tembok kokoh, tetapi juga kuat dalam memenangi duel di udara. Tidak hanya itu, De Vrij juga cukup oke dalam mengalirkan operan ke lini tengah. Tercatat dia melepaskan 351 operan sukses selama 677 menit bermain.

De Vrij, yang bermain untuk Feyenoord di Eredivisie, juga memenangi kembali penguasaan bola sebanyak 58 kali dan membuat 17 tekel. Oleh Castrol Index, bek berusia 22 tahun ini mendapatkan rating 9,7.

Performa apiknya selama Piala Dunia 2014 juga membuatnya dikabarkan menarik minat beberapa klub di luar Belanda. Belakangan, Lazio dikabarkan serius ingin menggaetnya.

James Rodriguez adalah salah satu nama yang paling diperbincangkan selama Piala Dunia 2014. Gol pertama bintang Kolombia ini ke gawang Uruguay di babak perdelapanfinal hanyalah sedikit cuplikan dari kehebatannya.

Menerima bola lambung tepat di depan kotak penalti Uruguay, pemain AS Monaco tersebut menahan bola dengan dadanya sembari memutar badan. Ketika sudah berada dalam sudut 90 derajat dari arah gawang Uruguay, dia langsung menghantam bola dengan sepakan voli kaki kiri.

Bola yang dihantamnya itu melejit dan menerpa mistar gawang Uruguay, sebelum akhirnya memantul ke bawah dan masuk ke dalam gawang.

Kegemilangan James tidak berhenti sampai di situ. Di babak kedua, dia mencetak satu gol tambahan lagi usai menerima umpan sundulan dari Juan Cuadrado. Kali ini, gol dilesakkannya dengan tembakan jarak dekat di depan gawang Uruguay.

Sebagai pemain, James bisa bermain di dua posisi, yakni sebagai winger ataupun gelandang serang di belakang penyerang. Selain kemampuan finishing-nya cukup mumpuni, James juga jago melepas umpan terobosan atau passing akurat.

Salah satu bukti kepiawaiannya dalam menggiring dan mengolah bola adalah ketika melawan Jepang di fase grup. Kolombia menang 4-1 pada laga tersebut dan James, yang baru dimainkan pada menit ke-46, menyumbang satu gol.

Pada menit ke-90, James menerima sebuah umpan terobosan. Dia kemudian menggiring bola ke dalam kotak penalti dan mengecoh Maya Yoshida. James bergerak ke kanan, membuat Yoshida bergerak ke kiri. Namun, ketika Yoshida bergerak ke kanan untuk menutup ruang tembaknya, James dengan gesit berkelit ke kiri dan langsung melepaskan tembakan.

Gol pun tercipta dan Yoshida hanya bisa tergeletak pasrah sudah dikerjai sedemikian rupa.


Pogba bermain sebanyak 5 kali pada Piala Dunia kali ini dengan total menit bermain 354 menit. Salah satu highlight-nya selama membela Prancis di Brasil 2014 adalah ketika memecahkan kebuntuan lewat gol sundulannya ke gawang Nigeria di babak perdelapanfinal.

Di luar itu, Pogba adalah tokoh sentral di lini tengah Prancis. Dia tidak hanya mampu mengatur tempo, tetapi juga menjaga penguasaan bola timnya. Oleh karenanya tidak jarang dia jadi sasaran langsung pemain lawan.

Total, Pogba dilanggar sebanyak 6 kali selama Piala Dunia kali ini. Salah satunya menghadirkan kartu merah untuk pemain lawan.

Tidak mengherankan juga jika Pogba diberikan perhatian khusus. Jerman, yang menghadapi Prancis di babak perempatfinal, tidak membiarkannya bergerak bebas. Prancis akhirnya tersingkir pada pertandingan tersebut setelah tak kunjung sukses membongkar pertahanan Jerman yang alot.

Dari total lima kali bermain, Pogba sukses melepaskan 197 operan dengan tingkat akurasi mencapai 80,1%. Oleh Castrol Index, dia mendapatkan nilai 8,79.

Mengingat namanya sudah cukup dikenal, Piala Dunia 2014 hanyalah panggung penahbisan dan pembuktian bahwa Pogba memang memiliki talenta luar biasa.


(roz/a2s)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads