Aksi "Garuda Cilik" di DNC 2013 di London

Aksi "Garuda Cilik" di DNC 2013 di London

Andi Abdullah Sururi - Sepakbola
Senin, 09 Sep 2013 14:10 WIB

London - Duabelas anak menjadi duta Indonesia di final dunia turnamen usia 10-12 tahun, Danone Nations Cup 2013 di London, 5-7 September. Dari 32 tim peserta skuat "Garuda Cilik" menduduki peringkat kedelapan dunia.

Anak-anak ini berasal dari SSB Tugu Muda, Semarang, yang menjuarai kompetisi nasional Aqua Danone Nations Cup 2013, yang berlangsung dari Februari sampai Juni lalu.
Sejak Danone Nations Cup dihelat di tahun 2000, Indonesia sudah berpartisipasi semenjak edisi 2003. Perusahaan air mineral AQUA menjadi national organizer, mulai dari menggelar kompetisi "seleksi" nasional, sampai mengirim tim ke putaran dunia.
Tim Indonesia dilatih oleh Timo Scheunemann, yang antara lain pernah melatih Persema Malang dan juga pernah menjadi direktur pembinaan usia muda PSSI. Ini memiliki sebuah akademi sepakbola di Malang.
Anak-anak merasakan suasana pertandingan 'sungguhan'. Mereka memulai persiapan sebelum bertanding di dressing room. Ini adalah suasana ruang ganti di komplek Surrey Sports Park, yang merupakan fasilitas dari Univesity of Surrey, London.
Tim 'Garuda Cilik' menunggu pertandingan di dressing room. Di babak pertama Indonesia satu grup dengan tiga negara Eropa: Belgia, Republik Irlandia, dan Jerman.
Berdoa sebelum dan setelah pertandingan menjadi "ritual" tim Indonesia selama turnamen berlangsung.
Kegembiraan anak-anak Indonesia setelah mencetak gol di pertandingan pertamanya melawan Belgia. Di laga ini mereka menang telak 4-0.
Manajer dan tim pelatih sedang memberi pengarahan kepada anak-anak saat bertanding melawan Jepang di babak perempatfinal, Jumat 6 September 2013.
Kiper Indonesia adalah Yusuf Randy. Tampak ia berdoa sebelum melakoni adu penalti saat Indonesia menghadapi Arab Saudi di babak 16 besar.
Yusuf Randy menjadi pahlawan kemenangan Indonesia atas Arab Saudi di babak 16 besar. Foto ini adalah aksinya saat mencoba menghalau sebuah tendangan penalti Arab.
Ini adalah Saddam Baihaki. Ia adalah kapten tim Indonesia di turnamen Danone Nations Cup 2013. Ini adalah gaya Saddam sebelum mengeksekusi tendangan penalti dalam drama tos-tosan melawan Arab Saudi di babak 16 besar.
Jalan Indonesia menuju final kandas di babak perempatfinal. Yang menghentikan pasukan "Garuda Cilik" ini adalah Jepang, yang timnya berasal dari akademi klub Yokohama Marinos. Di laga ini Indonesia kalah 0-2.
Tim Indonesia setelah melakoni pertandingan babak 16 besar. Semua peserta dikarantina dan bertanding di Surrey Sports Park, Guildford, London, dari 4 September sampai babak semifinal (5/9). Setelah itu turnamen dilanjutkan di Stadion Wembley.
Saat yang ditunggu-tunggu tiba pada 7 September 2013. Selain final, semua pertandingan penentuan peringkat akhir digelar di stadion kebesaran Inggris: Wembley.
Anak-anak Indonesia (kanan) akhirnya merasakan main di Stadion Wembley pada 7 September 2013. Mereka melakoni pertandingan terakhir melawan Amerika Serikat, untuk menentukan posisi terakhir mereka di turnamen ini.
Bersalaman dengan wasit dan tim lawan, layaknya sebuah pertandingan profesional internasional. Jelang kickoff Indonesia melawan Amerika Serikat, untuk memperebutkan tempat 7-8 di DNC 2013.
Kapten Indonesia, Saddam Baihaki (nomor 10) sedang memberi sebuah komando kepada Kanu Helmiawan dalam pertandingan melawan Amerika Serikat di Stadion Wembley.
Para pemain Indonesia merayakan gol pembuka skor duel melawan Amerika Serikat di Wembley. Mereka berlari ke arah suporter Indonesia, yang menyaksikan mereka di stadion.
Ambassador Danone Nations Cup, Zinedine Zidane (jaket biru), berada di ujung lapangan ketika Indonesia bertanding melawan Amerika Serikat, 7 September 2013.
Barisan anak-anak Merah Putih saat melakoni adu penalti melawan Amerika Serikat. Walaupun kalah, Indonesia finis di urutan kedelapan dari 32 peserta. Tahun lalu Indonesia hanya berada di peringkat ke-23.
Walaupun berada di negara lain, kebiasaan anak-anak mencium tangan orang dewasa tetap dilakukan. Mereka ini, walaupun usianya masih sangat muda, sudah mengecap pengalaman bermain di sebuah turnamen internasional, di sebuah stadion populer di dunia.
Semoga cita-citamu menjadi pemain sepakbola profesional yang sukses, berhasil, Nak!
Aksi Garuda Cilik di DNC 2013 di London
Aksi Garuda Cilik di DNC 2013 di London
Aksi Garuda Cilik di DNC 2013 di London
Aksi Garuda Cilik di DNC 2013 di London
Aksi Garuda Cilik di DNC 2013 di London
Aksi Garuda Cilik di DNC 2013 di London
Aksi Garuda Cilik di DNC 2013 di London
Aksi Garuda Cilik di DNC 2013 di London
Aksi Garuda Cilik di DNC 2013 di London
Aksi Garuda Cilik di DNC 2013 di London
Aksi Garuda Cilik di DNC 2013 di London
Aksi Garuda Cilik di DNC 2013 di London
Aksi Garuda Cilik di DNC 2013 di London
Aksi Garuda Cilik di DNC 2013 di London
Aksi Garuda Cilik di DNC 2013 di London
Aksi Garuda Cilik di DNC 2013 di London
Aksi Garuda Cilik di DNC 2013 di London
Aksi Garuda Cilik di DNC 2013 di London
Aksi Garuda Cilik di DNC 2013 di London
Aksi Garuda Cilik di DNC 2013 di London
Aksi Garuda Cilik di DNC 2013 di London
Aksi Garuda Cilik di DNC 2013 di London
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads