Ini adalah momen awal Ronaldo menjadi legenda di MU. Saat itu statusnya baru sekadar wonderkid, pemain remaja yang bertalenta. Foto: Getty Images Sport/Alex Livesey
Di MU, talentanya itu terasah. Dari sayap kanan, bibit lahirnya legenda CR7 mulai muncul. Foto: Alex Livesey/Getty Images
Sejumlah trofi pun sukses diraih Ronaldo di MU. Ia menjadi sosok utama. Seorang pemain andalan. Foto: Mike Hewitt/Getty Images
Senyuman lebar pun rutin menghiasi wajah Ronaldo ketika itu. Rutin pula ia bersanding dengan trofi. Sosok ibunda tercinta juga tak asing menemani dalam selebrasi. Foto: Alex Livesey/Getty Images
Dan di MU pula Ronaldo mulai menapaki jalur sebagai pencetak gol ulung yang berhak atas Sepatu Emas. Foto: (Getty Images/Alex Livesey)
Ballon d'Or pertama Ronaldo pun diraih di MU, sebelum kemudian ia bertualang ke Spanyol bersama Real Madrid dan di Italia dengan Juventus. Foto: AFP/FRANCK FIFE
Tahun lalu Ronaldo "pulang" ke MU. Tapi kisah indah tampaknya akan segera berakhir. Ronaldo kini lebih banyak bermuram durja, walaupun ada pula momen-momen indah seperti ketika merayakan gol ke-700 di level klub ini. Foto: Manchester United via Getty Images/Tom Purslow
Jakarta - Kisah Cristiano Ronaldo dengan Manchester United tampaknya akan berakhir dengan pahit. Padahal Ronaldo punya banyak masa-masa indah di MU.










































