sepakbola

5 Manajer Terakhir Chelsea, Enzo Maresca yang Terbaik

Terpopuler Jadwal Pertandingan Klasemen Liga Hasil Pertandingan Man of The Match Gila Bola Foto Video

5 Manajer Terakhir Chelsea, Enzo Maresca yang Terbaik


Yanu Arifin - detikSepakbola

Sejak memegang kendali Chelsea, BlueCo sudah menggaet lima manajer. Pertama adalah Graham Potter, namun berujung dipecat usai gagal mengangkat performa tim. Rasio kemenangannya cuma 38,7 persen. (Todd Boehly Foto: Chelsea FC via Getty Images/Darren Walsh)

Bruno Saltor, yang jadi asisten Potter, sempat naik ke posisi pelatih senior. Ia memimpin satu laga dan bisa menahan imbang Liverpool 0-0. (Foto: Darren Walsh/Chelsea FC via Getty Images)

Frank Lampard lantas ditunjuk jadi manajer interim selanjutnya menggantikan Saltor. Legenda The Blues itu cuma 85 hari melatih, menjalani 11 laga, dan persentase kemenangannya cuma 9 persen. (Foto: Chelsea FC via Getty Images/Darren Walsh)

Mauricio Pochettino kemudian ditunjuk jadi manajer per musim 2023/2024. Ia memimpin Si Biru selama 325 hari, 51 laga, dan punya rasio kemenangan 50,9 persen. Trofi juga belum hadir di era Pochettino. (Foto: REUTERS/David Klein)

Baru setelahnya Enzo Maresca direkrut pada awal musim 2024/2025. Manajer Italia itu dibajak dari Leicester City, dan mulai bisa mengangkat performa Chelsea. (Foto: Darren Walsh/Chelsea FC via Getty Images)

Enzo Maresca punya rasio kemenangan 59,7 persen dari  92 laga, dan langsung menghadirkan trofi di musim pertamanya. Ia membawa Cole Palmer dkk juara Conference League. (Foto: PA Images via Getty Images/Rafal Oleksiewicz - PA Images)

Maresca juga membawa Chelsea juara Piala Dunia Antarklub 2025 pada Juli lalu. Ia menghadirkan dua trofi bergengsi dalamm kurun waktu setahun, menjadikannya manajer pertama yang membawa piala sejak era Thomas Tuchel atau sejak 2021. (Foto: REUTERS/Kai Pfaffenbach)

Sejak memegang kendali Chelsea, BlueCo sudah menggaet lima manajer. Pertama adalah Graham Potter, namun berujung dipecat usai gagal mengangkat performa tim. Rasio kemenangannya cuma 38,7 persen. (Todd Boehly Foto: Chelsea FC via Getty Images/Darren Walsh)
Bruno Saltor, yang jadi asisten Potter, sempat naik ke posisi pelatih senior. Ia memimpin satu laga dan bisa menahan imbang Liverpool 0-0. (Foto: Darren Walsh/Chelsea FC via Getty Images)
Frank Lampard lantas ditunjuk jadi manajer interim selanjutnya menggantikan Saltor. Legenda The Blues itu cuma 85 hari melatih, menjalani 11 laga, dan persentase kemenangannya cuma 9 persen. (Foto: Chelsea FC via Getty Images/Darren Walsh)
Mauricio Pochettino kemudian ditunjuk jadi manajer per musim 2023/2024. Ia memimpin Si Biru selama 325 hari, 51 laga, dan punya rasio kemenangan 50,9 persen. Trofi juga belum hadir di era Pochettino. (Foto: REUTERS/David Klein)
Baru setelahnya Enzo Maresca direkrut pada awal musim 2024/2025. Manajer Italia itu dibajak dari Leicester City, dan mulai bisa mengangkat performa Chelsea. (Foto: Darren Walsh/Chelsea FC via Getty Images)
Enzo Maresca punya rasio kemenangan 59,7 persen dari  92 laga, dan langsung menghadirkan trofi di musim pertamanya. Ia membawa Cole Palmer dkk juara Conference League. (Foto: PA Images via Getty Images/Rafal Oleksiewicz - PA Images)
Maresca juga membawa Chelsea juara Piala Dunia Antarklub 2025 pada Juli lalu. Ia menghadirkan dua trofi bergengsi dalamm kurun waktu setahun, menjadikannya manajer pertama yang membawa piala sejak era Thomas Tuchel atau sejak 2021. (Foto: REUTERS/Kai Pfaffenbach)

Jakarta - Enzo Maresca berpisah dengan Chelsea. Ia jadi manajer kelima yang cabut dari The Blues di era kepemimpinan Todd Boehly dan Clearlake Capital.













Hide Ads