Mengambil tempat di Madrid Sport Palace Nadal dan Casillas dipaksa berkompetisi demi menggalang dana untuk membantu Palang Merah memberantas malaria. Mereka berdua dipilih sebagai kapten buat timnya masing-masing yang juga terdiri dari olahragawan.
Casillas dibantu David Ferrer, Feliciano Lopez, Juan Carlos Ferrero, Santi Cazorla, Sergio Ramos, Fabio Cannavaro, Alberto Contador, Dani Sordo, Alvaro Bautista, Freddy Kanoute dan Fernando Alonso. Sementara Nadal memimpin tim yang terdiri dari Carlos Moya, Jorge Lorenzo, Carlos Sastre, Pedro de la Rosa, Novak Djokovic, Sergio Garcia (pegolf), Carlos Sainz, Sete Gibernau, Raul, Marcos Senna, Samuel Etoβo.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun di pertandingan kedua Nadal mampu menyamakan kedudukan. Tak perlu heran, soalnya yang dipertandingakn adalah tenis lapangan. Nadal yang didukung Novac Djokovic dan Carlos Moya mengalahkan tiga petenis dari pihak Casillas yang diperkuat Juan Carlos Ferrero, Feliciano Lopez dan David Ferrer.
Dengan kondisi 1-1 tersebut, kompetisi terakhir akan menentukan siapa juaranya. Dan yang kebetulan dipertandingankan adalah futsal dengan durasi 2x15 menit.
Laga penentuan juara ini berlangsung sengit. Meski diperkuat top skorer sementara La Liga, Samuel Eto'o, kubu Nadal tetap tak mampu memetik kemenangan.
Justru Casillas yang menjadi bintang dalam laga ini setelah dia mematahkan penalti Eto'o menyusul pelanggaran yang sempat dia lakukan. Saint Iker malah mampu mencatatkan namanya di papan skor dengan melakukan solo run ke gawang lawan setelah mengagalkan usaha Nadal menjaringkan bola ke gawangnya. Skor akhir 12-9 untuk tim Casillas.
Event "Fights Againt Malaria" tahun 2008 ini adalah edisi kedua setelah yang pertama dilangsungkan tahun lalu. Tahun lalu, Casillas dan Nadal yang merupakan penggagas event ini, mampu mengumpulkan dana sebesar 116.000 Euro.
(din/roz)











































