Belasan tahun hidup di Inggris dan sudah menjalani ratusan pertandingan, Cahill ternyata belum benar-benar kebal terhadap kondisi cuaca di negeri Ratu Elizabeth itu. Seringnya hujan turun dan suhu udara yang relatif dingin membuatnya sangat merindukan hangatnya sinar mentari Australia.
"Saya ingin kembali dan menetap di Australia. Saya merindukan mataharinya. Saya ingin anak-anak saya tumbuh besar di Australia," tutur gelandang Everton itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemain internasional Australia itu pun mengenang kembali beratnya memulai perjuangan hidup di Inggris. Datang dari keluarga sederhana, orang tua Cahill bahkan harus mencari pinjaman untuk membiayainya melakukan ujicoba dengan banyak klub di sana.
"Ini merupakan hal yang berat bagi saya ketika datang ke Inggris. Orang tua saya harus pinjam sana-sini untuk membiayai saya menjalani percobaan di klub-klub di sini," kata Cahill seperti diberitakan The Age.
Meski menyatakan rindu rumah, namun gelandang 29 tahun itu belum mau buru-buru meninggalkan The Toffees. Dia akan menunggu hingga berusia sekitar 35 tahun untuk kembali ke Australia dan mewujudkan cita-cita lainnya untuk membuka sebuah sekolah sepakbola. (din/roz)











































