Sejak didatangkan dari Spartak Moskow awal musim lalu, belum pernah terdengar kabar mengenai tidak betahnya Pavlyuchenko di Tottenham Hotspur. Kecuali masalah klasik seperti bahasa, penyerang berusia 27 tahun ini pun mulus-mulus saja bekerja di White Hart Lane.
Akan tetapi, Pavlyuchenko akhirnya mengemukakan bahwa dia sempat tak kerasan berada di London. Sebabnya adalah karena makanan yang disajikan klub kurang membangkitkan selera.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Di markas latihan Spartak di dekat Moskow, pilihan dan kualitas makannya lebih baik," sambung dia.
Beruntung bagi Spurs dan Pavlyuchenko, keresahan pemain yang dibeli dengan harga 14 juta poundsterling atau sekitar Rp 241 milyar akhirnya reda setelah sang istri, Larissa, datang menyusulnya ke London.
"Sejak Larissa menyusul ke sini, tidak ada masalah lagi. Dia sangat jago memasak dan sekarang saya makan di rumah. Saya kembali ke makanan favorit saya, borsch dan vareniki yang disertai dengan keju. Dan karena hal itu, saya tidak pernah merasa meninggalkan negara saya," ungkap Pavlyuchenko.
Satu hal lain yang membuat Pavlyuchenko tidak akan berpaling dari Rusia ke Inggris adalah wanita. Menurutnya, wanita di negara asalnya itu jauh lebih enak dilihat ketimbang di negeri Ratu Elizabeth itu.
"Rusia, tentu saja. Di sana tidak ada yang bisa dibanding-bandingkan," pungkasnya.
(a2s/key)











































