Pemain itu adalah Tordhur 'Doddi' Gudjonsson, yang pernah bermain Stoke City dan juga mantan anggota timnas Islandia. Ia sebenarnya juga belum resmi pensiun dari dunia sepakbola. Sampai sekarang, gelandang berusia 35 tahun ini masih tercatat sebagai pemain IA Akraness, sebuah klub lokal di tanah kelahirannya.
Namun, hasratnya untuk berkancah di dunia politik tak terbendung. Dia pun ikut bersaing dengan para politisi lain untuk merebut kursi parlemen, dan bergabung dengan Partai Independen di daerah pemilihan Islandia bagian Barat, pada pemilu setempat yang akan diadakan 21 Maret mendatang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya punya beking sebuah kelompok yang seusia dengan saya, tapi untuk pemilih yang lebih tua, kita lihat saja nanti. Tapi saya cukup percaya diri," sambung pencetak 13 gol dari 58 caps-nya untuk Islandia ini.
"Sejak saya kembali tiga tahun yang lalu, saya telah terlibat dalam banyak isu-isu lokal. Termasuk pendidikan dan olahraga," ujar Gudjonsson yang juga menjadi General Manager di klub tempat dia bermain ini.
Gudjonsson lahir dari keluarga politikus dan olahragawan. Darah pesepakbola menurun dari ayahnya, Gudjon Thordarson yang saat ini melatih klub Inggris, Crewe Alexandra. Adapun di bidang politik, bakat tersebut bekembang dari keluarga besarnya.
Tantenya, Herdis Thordardottir adalah anggota Partai Independen, sedangkan tantenya yang lain, Inga Jona Thordardottir, adalah istri dari mantan Perdana Menteri Islandia, Geir Haarde.
Sebelum kembali ke Islandia pada 2006. Guddjonsson sempat berpetualang ke berbagai klub seperti Vfl Bochum (1993-97), K.R.C Genk (1997-00) dan sempat mengecap pengalaman di tim-tim medioker Inggris macam Derby County, Preston North End dan terakhir di Stoke City pada musim 2005-06.
(a2s/arp)











































