Peristiwa itu sendiri tidak terjadi di dunia nyata melainkan hanya di dunia maya belaka, tepatnya di Twitter, di mana Rooney mulai bergabung sejak April lalu.
Semua bermula ketika seorang pengguna situs mikroblogging tersebut melontarkan makian kepada Rooney dengan kata-kata kasar. Pengguna yang menggunakan nama "sam_oldham_LFC" itu juga mengancam bakal memukul kepala si striker Manchester United dengan stik golf dan menguburnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dikompori" sedemikian rupa, si pengancam rupanya kian panas. Ia pun berjanji akan menyambangi Rooney dan menjalankan ancamannya.
Alih-alih mulai takut, Rooney kembali balik mengeluarkan tantangan. "Aku akan membuatmu tertidur dalam 10 detik saja. Semoga kamu datang karena jika tidak maka aku akan bilang ke semua orang kalau kamu ketakutan. Aku akan menunggu."
Saling balas kicauan itu tidak luput dari perhatian pengguna Twitter lain, yang pada akhirnya ikut nimbrung. Rooney kemudian coba meredam situasi dengan menyebut itu semua hanyalah lelucon biasa.
"Sedikit lelucon dan orang-orang jadi gila, tenanglah kalian semua," tulis pemain berusia 25 tahun itu.
Pada prosesnya, perselisihan Rooney dengan pengancamnya tersebut berakhir seiring dengan ditutupnya akun @sam_oldham_LFC.
Apapun, sikap Rooney dalam kejadian ini tetap dikritik kendati pada akhirnya ia berusaha mendinginkan situasi dengan menyebut itu semua cuma lelucon.
"Ia (Rooney) pada dasarnya menantangnya (si pengancam) keluar dan, bahkan jika ia bilang itu hanya senda gurau, terkadang sebuah nada keras sulit diterima di web. Ini bisa memancing kebencian dari fans rival," kritik Ellis Cashmore, yang merupakan profesor budaya, media dan olahraga di Universitas Staffordshire, yang dikutip metro.co.uk.
(krs/din)











































