Venezuela tersingkir di semifinal usai dikalahkan Paraguay lewat adu penalti 3-5 usai bermain 0-0 hingga perpanjangan waktu dalam laga yang berakhir Kamis (22/7/2011) pagi WIB.
Di pertandingan itu, Vinotinto sempat mencetak sebuah gol yang kemudian dianulir akibat seorang pemainnya dianggap berada dalam posisi offside dan tiga kali bola membentur mistar gawang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Chavez tampak tidak puas dengan kekalahan Venezuela. Lewat Twitter, presiden yang telah memerintah sejak 1999 ini melakukan protes terhadap gol yang telah dianulir tersebut.
"Dalam opini sederhana saya, berdasarkan fakta yang terlihat, MEREKA MERAMPOK GOL KEMENANGAN KAMI! Dan saya harap hal itu dan saya tidak menyerang siapa pun," kicau dia dari Kuba di tempat dia tengah menjalani perawatan penyakit kanker seperti dikutip Reuters.
"Sebenarnya, vinotinto kami menang pada malam tadi. Paraguay tak mengalahkan kami dalam pertandingan itu. Fidel (Castro) dan saya melihatnya dengan jelas bahwa gol kami telah dirampas."
Tak cukup dengan protes di dunia maya, Chavez berencana akan mengadukan hal ini kepada badan sepakbola Amerika Latin (CONMEBOL).
"Saya pikir kami harus mengeluarkan suara kami karena kami punya wewenang untuk melakukan itu di Conmebol," ucap dia dalam akun @chavezcandanga.
"Kenapa setan melakukan itu kepada wasit menganulir gol spektakuler seperti itu? apakah salah satu pemain kami offside? Tidak ada yang offside!,"cetusnya.
Pertandingan antara Venezuela kontra Paraguay tersebut turut diwarnai aksi baku hantam yang melibatkan pemain dan ofisial kedua belah pihak pasca laga berakhir.
(rin/krs)










































