Pemain Schalke yang juga penggawa tim nasional Ghana tersebut sudah melaporkan tindak kekerasan di kota Kaarst, Jerman, tersebut pada pihak kepolisian yang kini sedang menyelidiki Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk mencari saksi mata.
Kepolisan lokal Neuss, dekat Dusseldorf, mengonfirmasi kepada surat kabar Rheinische Post bahwa Boateng memang telah menjadi korban penyerangan pada hari Natal. Pada awalnya kepolisian merilis keterangan kepada pers tanpa menyebut nama korban maupun tersangka.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah penyerangan tersebut, polisi menyebut bahwa Boateng pulang ke rumah dan melakukan laporan resmi. "Ada indikasi bahwa motifnya terkait urusan pribadi pria berusia 26 tahun itu. Ia kini cedera ringan. Penyelidikan telah dilakukan," jelas polisi.
Surat kabar Bild lantas melengkapi laporan mengenai kejadian tersebut. Disebutkan bahwa aksi pemukulan terjadi saat Boateng meninggalkan rumah mantan istrinya usai menemui putranya pada hari Natal.
Disebutkan Bild lebih lanjut, Boateng mendapat satu hantaman oleh penyerangnya dan kemudian terjatuh ke sebuah vas. Ia lantas memeriksakan diri ke rumah sakit lokal dan didiagnosis mengalami memar pada tulang rusuk, bagian punggung, dan leher.
(krs/raw)










































