Penyerang Tottenham Hotspur Emmanuel Adebayor (30 tahun) dituding sudah mengusir ibunya sendiri dari rumah. Pemain asal Togo itu membantah tudingan tersebut dan malah menyebut sang ibu, Alice (62 tahun), sudah menaruh jampi-jampi kepada dirinya.
Sekelumit kisah ini muncul setelah si pesepakbola dituding telah mengabaikan keluarganya sendiri--khususnya sang ibu. Adebayor pun bereaksi dan membalas dengan tudingan lain. Ia di antaranya menyebut sang ibu sudah mempraktikkan juju--ilmu sihir Afrika--untuk menghambat kariernya setelah musim ini baru mampu membuat dua gol saja untuk Spurs.
"Tentu aku bukanlah seorang pemuka agama, aku adalah seorang pesepakbola jadi aku tidak bisa menunjuk seorang penyihir. Aku tak pernah mengusir ibuku dari rumah--ia yang memutuskan untuk pergi," kata Adebayor kepada Peace FM yang dikutip Daily Mail.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia bahkan mengklaim kalau keluarga besarnya malah sudah berandai-andai dirinya mati sehingga sudah mulai membagi-bagi hartanya. "Mereka sudah membagi-bagi semua barang yang aku hasilkan dari pekerjaanku. Mereka membagi rumahku, mobilku. Mereka bilang, 'Jika ia mati mobil ini buatmu, rumah ini buatku'. Anda bisa bayangkan?"
Pesepakbola yang kini digaji 170 ribu poundsterling (Rp 3 miliar) per pekan itu pun membantah sudah mengabaikan sang ibu dan mengklaim dirinya masih tetap memberi sokongan secara finansial. Dengan nada mencibir, ia lalu balik menyindir kontribusi para saudara kandungnya.
"Jika mereka mengklaim aku tidak mengurusi ibuku, kami kan tujuh bersaudara jadi kenapa yang lain tidak ikut melakukannya... harusnya mereka bekerja... Setiap bulan aku tetap mengirim uang kepada ibuku," seru Adebayor.
Berikutnya giliran Kola Adebayor (42 tahun), kakak kandung dari Emmanuel Adebayor, yang berkomentar. Pria yang berprofesi sebagai supir truk di Bremen, Jerman, itu menyebut bahwa adiknya sudah dicuci otak oleh sekelompok penasihat agama sampai tega meninggalkan ibunya sendiri.
"Ibuku amat sedih. Ia menangis setiap hari. Aku baru saja meneleponnya dan ia menangis lagi. Emmanuel bahkan tak mau bicara kepadanya. Padahal inilah perempuan yang sudah rela menderita buat kami semua dan ia mengandung kami selama sembilan bulan. Inilah putra yang ia lahirkan dan sudah dibesarkannya. Dan justru begini caranya memperlakukan ibunya sendiri. Aku kesal sekali dengan adikku.
"Delapan bulan lalu ia mengusir ibunya sendiri. Ia (Alice) kini harus menjual tomat untuk bertahan hidup. Ia mendapat satu atau dua euro per hari (Rp 14 ribu atau Rp 28 ribu)--yang mana tak cukup untuk bertahan hidup. Dalam budaya kami, Anda harusnya membantu saudara sendiri. Tapi Emmanuel cuma mengurusi dirinya sendiri dan teman-temannya," sergah Kola, yang mengaku senantiasa mengirim 400 euro (Rp 5,7 juta) ke sang ibunda tiap bulannya untuk menyewa apartemen dan biaya hidup, dengan sengit.
(krs/raw)











































