Pemilihan Balotelli dan Wozniacki sebagai raja dan ratu Twitter itu dilakukan oleh surat kabar kenamaan Inggris, Daily Mail. Keduanya memang memiliki banyak cerita lewat 'kicauan'-nya di sepanjang tahun ini.
Balotelli misalnya. Striker internasional Italia itu beberapa kali memposting kicauannya yang menggelitik sampai kicauan yang membuatnya terkena hukuman Federasi Sepakbola Inggris (FA) karena menyinggung isu SARA.
Pada September lalu, Balotelli menertawakan klub rival, Manchester United yang akhirnya kalah 3-5 di markas Leicester City walau sempat unggul 3-1. Sebuah postingan Balotelli yang berbunyi "Man Utd ... LOL" telah diretweet lebih dari 200 ribu akun dan difavorited lebih dari 100 ribu tak lama kemudian.
Beberapa bulan sebelumnya, saat tampil di Piala Dunia 2014 Balotelli bahkan melontarkan sebuah permintaan candaan yang meminta cium dari Ratu Elizabeth II. "Jika kami (Italia) mengalahkan Kosta Rika, aku menginginkan ciuman di pipi, dari ratu Britania Raya."
Kicauan Balotelli tersebut tidak membutuhkan waktu lama untuk menarik perhatian pengguna media sosial. Hanya beberapa saat berselang, postingannya sudah diretweet nyaris 200 ribu akun dan difavorited sebanyak 88 ribu akun.
Tapi pada akhirnya, Balotelli tidak mendapat ciuman itu. Pasalnya, Italia kalah 0-1 dari Kosta Rika yang membuat Inggris mesti berkemas. Italia pun juga tersingkir dari babak grup usai kalah dari Uruguay di laga terakhir.
Namun, Balotelli dibuat minta maaf di Twitter. Permasalahannya berujung pada postingan sebuah gambar di akun Instagram yang bernada anti-semit. Meski sempat membela diri, pemain berdarah Ghana itu didenda sebesar 25 ribu pound dan skorsing di satu pertandingan.
Sementara itu, cerita mengenai Wozniacki yang dibagi di akun Twitternya lebih emosional. Di awal tahun, petenis cantik Denmark itu mengungkapkan bawa dirinya bertunangan dengan pegolf Rory McIlroy.
"Selamat Tahun Baru semuanya! Rory dan aku memulai 2014 dengan sebuah letusan! ... aku menjawab YA!!!" kicau Wozniacki sembari menyertakan fotonya dengan McIlroy dan jari manisnya yang mengenakan cincin pertunangan mewah.
Namun, pertunangan Wozniacki dan McIlroy cuma bertahan sekitar lima bulan saja. Tiba-tiba sang pegolf memutuskan pertunangan mereka pada Mei lalu. Dan belakangan, Wozniacki mengaku McIlroy memutuskan hubungan mereka cuma lewat telepon.
"Sekarang ini adalah waktu yang sangat berat bagiku. Terima kasih atas semua pesan yang manis! Senang aku mendukung Liverpool sekarang karena aku tahu aku tidak akan pernah berjalan sendiri," kicau Wozniacki pada 22 Mei silam yang ikut mengutip moto populer You'll Never Walk Alona milik The Reds.
Putusnya kisah cintanya dengan McIlroy tak melulu berarti buruk bagi Wozniacki. Mantan petenis rangking satu dunia itu pun perlahan mulai bangkit dan berhasil kembali ke jajaran delapan petenis terbaik dunia untuk lolos ke WTA Finals Championship di Istanbul, Turki untuk pertama kali setelah tiga tahun.
"Tersingkir dan menuju Istanbul. Sudah tiga tahun sejak aku memakai sepatu hak tinggi di hari biasa #feelsgood," kicau dia pada 17 Juli yang disertai dengan foto memakai sepatu high heels di Instagram.
Postingan itu cukup menggelitik lantaran Wozniacki turut mencibir McIlroy yang lebih pendek dari dirinya. Selama pacaran dengan McIlroy, Wozniacki rupanya tidak pernah memakai sepatu high heels.
(rin/din)











































