Pria Portugal berusia 54 tahun itu kembali ke Setubal untuk menghadiri pembukaan Avenida Jose Mourinho, Selasa (3/10/2017) yang disambut oleh walikota setempat. Demikian dilaporkan Mirror.
'Proud and embarrassed' Jose Mourinho has Setubal street named after him.
— Duncan Castles (@DuncanCastles) October 3, 2017
'This is perhaps the only honour I wouldn't trade for victories.' pic.twitter.com/MQPa2vfvBm
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya sangat berterimakasih. Saya menukar penghormatan untuk banyak kemenangan dan ini adalah satu-satunya hal yang tidak ingin saya tukar. Ini adalah situasi yang sedikit aneh untuk saya karena Setubal terus menjadi kota di mana saya merasa seperti diri sendiri."
"Di mana orang-orang memperlakukan saya seperti biasa dan membuat saya senang. Tempat dimana saya memulai segalanya, dan mencoba untuk memulai. Saya adalah warga Setubal asli, dengan seluruh keunggulan dan kekuarangan. Dan karena ini saya sangat berterima kasih atas penghormatan ini dan ini membuat saya emosional."
Mourinho lahir pada 26 Januari 1963 di Setubal, sebuah kota yang berjarak sekitar 50 km dari ibukota Portugal Lisbon. Setelah kariernya sebagai pesepakbola tidak berjalan lancar, Mourinho menemukan peruntungannya sebagai pelatih.
Mourinho sempat menjadi asisten pelatih di Porto, Barcelona, dan Benfica sebelum menangani tim utama. Sejak berhasil membawa Porto menjuarai Liga Champions 2004, karier Mourinho semakin mentereng dengan raihan berbagai trofi. Dia pernah membesut tim-tim top seperti Chelsea, Inter Milan, Real Madrid, dan pernah dinobatkan sebagai salah satu pelatih terbaik di dunia.
(rin/din)










































