sepakbola
Follow detikSport Follow Linkedin
Selasa, 10 Mar 2020 12:20 WIB

Masalah Ronaldinho: Paspor Palsu, Cryptocurrency, sampai Utang

Kris Fathoni W - detikSport
Former soccer star Ronaldinho talks as he walks escorted by Police officers with hands handcuffed to declare to judge Clara Ruiz Diaz at Justice Palace in Asuncion, Paraguay, Saturday, March 7, 2020. Ronaldinho and his brother Roberto de Assis Moreira, right back, were alleged to enter to the country with a false Paraguayan passport.(AP Photo/Jorge Saenz) Masalah Ronaldinho: Paspor Palsu, Cryptocurrency, sampai Utang. (Foto: AP/Jorge Saenz)
Jakarta -

Mantan pesepakbola top dunia Ronaldinho sedang terbelit masalah hukum dan dipenjara karena kasus paspor palsu. Itu menjadi masalah teranyarnya di luar lapangan.

Sosok yang pernah membantu Brasil menjuarai Piala Dunia 2002 itu kini sedang ditahan di penjara Paraguay dalam kasus paspor palsu. Ronaldinho kini tengah menanti persidangan dan sebelum itu bisa dipenjara sampai 6 bulan.

Dilansir AP, berikut sejumlah masalah yang menjerat mantan bintang Barcelona dan AC Milan itu dalam beberapa waktu terakhir.

Paspor Paraguay

Ronaldinho dan saudaranya, Roberto de Assis, dipenjara setibanya di Asuncion, Paraguay, pada tengah pekan lalu akibat menggunakan paspor palsu.

Sergio Queiroz, kuasa hukum mereka, mengonfirmasi soal dokumen-dokumen palsu walaupun berargumen bahwa itu adalah hadiah dari seorang pebisnis yang saat ini juga sudah ditahan polisi.

Ronaldinho dan saudaranya mengatakan, mereka datang ke Asuncion untuk urusan bisnis. Belum jelas kenapa mereka ke Paraguay dengan memakai paspor mengingat warga negara Brasil bisa memasuki negara tetangga cuma dengan menggunakan kartu identifikasi nasionalnya.

Jaksa penuntut setempat juga sudah menyampaikan ke media Brasil bahwa Ronaldinho akan diselidiki atas dugaan kejahatan-kejahatan lain, walaupun tidak merincinya lebih jauh.

Instituto Ronaldinho Gaucho

Setelah ditutup akhir 2010, Instituto Ronaldinho Gaucho (IRG) diselidiki dalam dua kejadian atas dugaan ketidaklaziman kontrak dengan balai kota Porto Alegre.

Penyelidikan pertama terjadi pada 2012, dengan para penasihat kota mengklaim sudah lebih dari 100 ribu dolar AS dibayarkan ke institusi pendidikan yang dipimpin oleh Ronaldinho itu. Penyelidikan berakhir usai para politisi memutuskan tidak ada niat buruk dari Ronaldinho dan saudaranya di dalam kasus tersebut.

Tiga tahun kemudian, jaksa penuntut di negara bagian Rio Grande do Sul membuka kasus baru yang didasarkan pada penyelidikan tahun 2012. Tapi kali ini mereka mengklaim ketidaklaziman pembayaran berjumlah 300 ribu dolar AS. Pada prosesnya hakim memutuskan tidak ada alasan yang cukup untuk menjatuhkan hukuman ke Ronaldinho ke bersaudara.

(Selanjutnya: Kejahatan lingkungan, cryptocurrency, utang)

Selanjutnya
Halaman
1 2
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksepakbola.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com