Toni: 13 Sudah, 17 Belum
Rabu, 21 Des 2005 07:29 WIB
Jakarta - Mari bicara soal angka, tentang Luca Toni yang belum lagi menambah perbendaharaan golnya di Seri A meskipun sudah melewati angka "sial" itu: 13.Toni, yang telah mengemas 16 gol dari 13 penampilan pertamanya di kompetisi domestik musim ini, rupanya mulai risau dengan "pertanda semesta" yang belum lagi memberi dukungannya untuk menjebol gawang lawan.Apa tanda-tanda itu? Bahwa dalam tiga aksi terakhirnya ia selalu ketiban sial pada proses yang semestinya bisa menghasilkan gol. Saat melawan Juventus, sebuah tendangannya menerpa mistar gawang, Fiorentina pun kalah 1-2.Berikutnya lebih parah. Striker bernomor punggung 30 itu gagal memasukkan bola ke gawang Treviso dari titik penalti! Beruntung La Viola masih bisa menang dengan skor tipis 1-0.Akhir pekan lalu "dewa penghalang" Toni lagi-lagi berupa tiang gawang. Bakal golnya terhadang besi putih itu dan Fiorentina harus puas dengan hasil imbang 1-1 melawan Empoli. Kenapa kebuntuan yang baru tiga kali itu mulai dirisaukan Toni? Ini menyangkut angka 17, yang di Italia diyakini sebagai angka sial -- di Eropa, AS, atau mungkin sebagian besar negara lain di dunia, angka ketidakberuntungan itu adalah 13."Saya akui, saya mulai percaya pada kutukan gol ke-17," cetus pemuda tampan berzodiak Gemini ini kepada Gazzetta dello Sport. "Saya ini orang yang cukup percaya pada takhyul."Selain angka, Toni juga kehilangan "jimat"-nya, yakni sebuah klakson kecil warna merah, yang biasa ia gantungkan di kaca spion dalam mobilnya. Kok bisa hilang, Luca? Ada yang mencurinya?"Saya yang merusaknya. Atau mungkin saya menghilangkannya. Ini semua terjadi setelah pertandingan melawan Juventus," akunya. Well, semoga Toni segera menemukan jimatnya itu sebelum tengah malam nanti, saat Fiorentina bertarung melawan Palermo yang notabene merupakan bekas klubnya -- agar gol ke-17 bisa ditemukan pula.(Foto: Luca Toni sedang bertarung melawan mitos angka 17. AFP/Paco Serinelli). (a2s/)











































