sepakbola
Follow detikSport Follow Linkedin
Sabtu, 27 Jun 2020 08:01 WIB

Alkohol dan Gaya Hidup Rock N Roll Bikin Sneijder Hancur

Randy Prasatya - detikSport
MALLORCA, SPAIN - APRIL 05:  Wesley Sneijder of Real Madrid celebrates his opening goal during the La Liga match between Mallorca and Real Madrid at the Ono Stadium on April 5, 2008 in Palma de Mallorca, Spain. The match ended in a 1-1 draw.  (Photo by Jasper Juinen/Getty Images) Wesley Sneijder gagal meredam popularitasnya selama di Real Madrid. (Foto: Getty Images/Jasper Juinen)
Jakarta -

Wesley Sneijder mengungkapkan kisah kegelapan hidupnya. Nama besar membuatnya hilang kontrol hingga kecanduan alkohol.

Sneijder merasa hidupnya berubah 180 derajat saat diboyong Real Madrid dari Ajax Amsterdam pada 2007. Kostum Madrid membuatnya merasa sangat besar dan disorot publik.

Musim pertama Sneijder bersama Los Blancos bahkan sangat gemilang. Dia tampil 38 kali di semua ajang dan berhasil memenangi LaLiga.

Di usia yang saat itu masih sekitar 24 tahun, Sneijder gagal meredam kepopulerannya. Dia hidup dengan gaya rock and roll yang tak jauh dari alkohol.

"Saya masih muda dan menikmati kesuksesan dan perhatian. Pasti ada yang salah di sana. Tidak ada narkoba, selain alkohol dan 'rock-and-roll'. Saya terbiasa dengan itu, sebagai salah satu bintang, Anda disembah sebagai pemain Real Madrid," kata Sneijder dalam autobiografinya yang bakal rilis dalam waktu dekat.

"Semua kesalahan Anda langsung dimaafkan karena status dan popularitas. Bahkan jika saya berguling-guling di jalan dan menghabiskan ribuan euro atau berkeliling ke seluruh bar. Saya tidak bisa mengatakan bahwa saya cukup bengal," sambungnya dikutip dari Football Espana.

MADRID, SPAIN - MAY 22: Wesley Sneijder of Inter Milan lies on the ground during the UEFA Champions League Final match between FC Bayern Muenchen and Inter Milan at the Estadio Santiago Bernabeu on May 22, 2010 in Madrid, Spain.  (Photo by Jamie McDonald/Getty Images)Wesley Sneijder saat berkostum Inter Milan. (Photo by Jamie McDonald/Getty Images) Foto: Getty Images/Jamie McDonald

Kegembiraan Sneijder cuma berjalan singkat. Dia gagal mempertahankan hubungan pernikahan pertamanya dengan Ramona Streekstra dan resmi bercerai pada Januari 2009.

Arjen Robben dan Ruud van Nistelrooy disebutkan pernah membujuk Sneijder untuk mengubah gaya hidup. Kemudian, gelandang asal Belanda itu pindah ke Inter pada 2009 dan meraih treble winner.

"Saya merasa sendirian (setelah perceraian saya) dan tidak bisa melihat si kecil, Jessey. Saya memburuk sendirian. Lalu saya berpikir, mengapa Anda harus sendirian ketika Anda memiliki cukup banyak teman untuk menghabiskan waktu bersama."

"Saya tidak menyadari bahwa botol vodka menjadi sahabat. Saya bermain cukup baik, tetapi (Madrid) mengatakan saya bisa bermain lebih baik lagi."

"Saya masih memiliki banyak menit bermain, tetapi tidak begitu bagus dan tajam, kurang konsentrasi. Sikap saya tidak layak bagi Real Madrid. Saya membohongi diri sendiri bahwa seolah itu selalu berjalan baik dan saya coba menyamarkannya dengan intelegensi saya di lapangan."

"Secara fisik saya memburuk. Saya malas berlari dan banyak menutupinya dengan teknik saya. Saya juga berpikir tidak ada yang memperhatikan," Sneijder mengungkapkan.



Simak Video "Duel Sengit Madrid Vs Inter: Los Blancos Menang 3-2"
[Gambas:Video 20detik]
(ran/pur)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksepakbola.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com