Cerita Cristiano Ronaldo Vs Mirasantika

Kris Fathoni W - Sepakbola
Rabu, 31 Mar 2021 13:35 WIB
MADRID, SPAIN - NOVEMBER 07:  Cristiano Ronaldo of Real Madrid looks on with his mother Maria Dolores dos Santos Aveiro during his press conference after signing a new five-year contract with the Spanish club at the Santiago Bernabeu stadium on November 7, 2016 in Madrid, Spain.  (Photo by Denis Doyle/Getty Images)
Cristiano Ronaldo dan Dolores, ibunda tercinta. (Foto: Denis Doyle/Getty Images)
Jakarta -

Sejak belia Cristiano Ronaldo sudah membantu keluarga, secara khusus dalam mengatasi masalah minuman keras dan narkotika alias mirasantika. Begini ceritanya.

Sebagai atlet, Cristiano Ronaldo dikenal sangat telaten menjaga kondisi fisik. Tak cuma terus menggenjot fisik dalam sesi latihan, ia pun tak pernah menyentuh minuman beralkohol.

Pada satu waktu di masa lalu semasa masih belia ada pula kisah Cristiano Ronaldo membantu kakak laki-lakinya, Hugo Aveiro, memerangi ketergantungan mirasantika.

Diungkap Dolores sang ibunda, Cristiano-lah yang membayari biaya rehabilitasi Hugo yang lebih muda 10 tahun dari dirinya tersebut.

"Aku membayar biaya Hugo ke klinik spesialis untuk perawatan. Aku saat itu bekerja sebagai petugas kebersihan yang cuma mendapatkan 400 paun per bulan dan aku harus mengambil pinjaman."

"Saat itu Cristiano 16 tahun. Ia mulai mendapatkan pemasukan lebih banyak dan membayar buat perawatan kakaknya. Tak diragukan lagi uangnya sudah membantu untuk menyelamatkan Hugo."

"Keadaan bisa jadi amat berbeda jika Cristiano tidak menjadi seorang pesepakbola," tutur Dolores, seperti dilansir SportBible, mengenai bantuannya untuk sang kakak dalam mengatasi ketergantungan terhadap mirasantika.

Cristiano Ronaldo tumbuh dengan melihat sang ayah, Dinis, yang juga memerangi masalah ketergantungan alkohol. Dinis sendiri tutup usia akibat masalah liver di tahun 2005 saat Ronaldo masih berumur 20 tahun.

"Kebiasaan Dinis minum-minum sudah mengantarkannya ke peristirahatan terakhir, yang membuat Cristiano amat terpukul. Berkali-kali, Cristiano sudah menawarkan untuk membayar biaya perawatannya, tapi Dinis terus saja minum-minum," kata Dolores.

"Saat meninggal dunia ia masih muda, baru 52 tahun. Cristiano sangat dekat dengan ayahnya. Ia akan merasa sangat gembira andikata ayahnya masih hidup untuk melihat pencapaiannya sebagai pesepakbola. Itu amat memilukan."

Dalam sebuah artikel di The Sun, CR7 juga pernah berikrar takkan pernah menyentuh minuman keras beralkohol. Ini tak lepas dari pengalaman melihat orang-orang terdekatnya mengalami masalah dengan miras.

"Tentu saja kematian ayahku mempengaruhi segalanya. Aku tahu rasa sedihku akan berlalu, tapi yang terpenting buatku adalah meneruskan pekerjaanku," kata Cristiano Ronaldo dalam artikel tersebut.

(krs/nds)