Kai Havertz Lelang 100 Sepatu, Bantu Korban Banjir Jerman

Mohammad Resha Pratama - Sepakbola
Sabtu, 21 Agu 2021 02:00 WIB
LONDON, ENGLAND - AUGUST 01: Kai Havertz of Chelsea in action with Pablo Mari of Arsenal during the Pre Season Friendly between Arsenal and Chelsea at Emirates Stadium on August 1, 2021 in London, England. (Photo by Marc Atkins/Getty Images)
Kai Havertz donasikan sepatu untuk korban banjir di Jerman (Getty Images/Marc Atkins)
London -

Kai Havertz tak tinggal diam melihat kampung halamannya kesusahan karena banjir bandang. Dia berencana melelang sepatu untuk memberikan dana bantuan.

Havertz berasal dari kota Aachen yang terletak di negara bagian North Rhine-Westphalia, sebelah barat Jerman. Nah, kota tersebut bulan Juli lalu tertimpa musibah banjir bandang.

Banjir tersebut memang jadi yang pertama karena curah hujan yang sangat tinggi selama berhari-hari. Korban tewas mencapai 189 orang dan diperkirakan ada 150 orang menghilang.

Banyaknya korban jiwa yang tewas membuat otoritas setempat diselidiki oleh kejaksaan. Kondisi kampung halamannya yang masih tak berdaya karena banjir sudah menggugah Havertz.

Pemain Chelsea itu lantas berupaya membantu lewat cara melelang 100 sepatu Nike Phantom yang khusus dibuat untuknya. Sepatu itu akan dipakai Havertz saat menghadapi Arsenal di Emirates stadium, Minggu (22/8/2021) besok dan ikut dilelang.

Sepatu berwarna putih dihiasi bendera NRW berwarna hijau, putih, dan merah, yang merupakan daerah asal Havertz. Tak cuma 100 sepatu, jersey yang dipakai Havertz di laga tersebut juga ikut dilelang mulai Sabtu 14 Agutus hingga Senin 16 Agustus.



Hasil lelang tersebut nantinya akan disumbangkan ke Palang Merah Jerman untuk membantu korban banjir.

"Keluarga saya tinggal di area tersebut dan kita tahu bahwa banyak orang kehilangan tempat tinggal. Mereka kehilangan segalanya dan tidak punya tempat untuk tidur, atau rumah-rumah tanpa daya listrik, orang-orang kekurangan makanan dan pakaian," ujar Kai Havertz di Sky Sports.

"Kami ingin mengumpulkan uang untuk donasi, jadi orang-orang bisa membeli sepatu dan sepatu bola ini merupakan simbol dukungan serta rasa hormat kepada mereka yang kehilangan," sambungnya.

"Saya adalah orang yang sangat mencintai alam dan binatang. Saya ingin belajar banyak soal perubahan iklim dalam beberapa tahun ke depan, karena saya rasa kita sebagai manusia bisa mengubah itu," sambungnya.

(mrp/mrp)